Fungsi Generator

Generator adalah Mesin Listrik yang merubah tenaga Mekanik menjadi tenaga Listrik. Sedangkan Tenaga Mekanik yang dipakai bermacam-macam, dianttaranya adalah : tenaga Mesin Diesel ( PLTD ), Tenaga Turbin Uap ( PLTU ), Tenaga Air ( PLTA ), Tenaga Micro Hydro ( PLTM ) dan Tenaga Nuklir ( PLTN ).

Jadi Generator, apapun penggeraknya, dia merupakan Jantung dari semua peralatan pemakai Tenaga Listrik, apakah Tenaga Listrik yang bersifat Panas, Magint maupun Kimia, semuanya bergantung kepada kerja optimal dari sebuah Generator.

Kerja optimal dari Generator ditentukan oleh pembangkitan Tegangan yang optimal, misalnya : 380 volt atau 440 volt. dengan Freqwensi yang berlaku secara umum yaitu : 50 Hz atau 60 Hz.

Induksi Electro Magnit

Sebagaimana diketahui bahwa pembangkitan Tegangan oleh Generator menggunakan Azaz Induksi Electro Magnetis, artinya bahwa Tegangan akan dibangkitkan oleh Generator bila terjadi peristiwa Induksi electro Magnetis, yaitu bila kumparan terpotong oleh medan magnit secara berulang-ulang, maka pada kumparan akan timbul Gaya Gerak Listrik ( GGL ) atau Voltage / Tegangan ( V ), dan Tegangan yang timbul tersebut dinamakan Tegangan bolak balik, yang akan menghasilkan Arus bolak balik ( Alternating Current ) bila dihubungkan ke sebuah rangkaian listrik tertutup. Itulah sebabnya maka setiap Generator selalu dilengkapi dengan Exciter ( penguat Medan Magnit ), biasa disebut dengacn Generator Exciter  yang berfungsi memberikan penguatan Medan Magnit kepada Kumparan Rotor untuk Generator kutub dalam dan kepada Kumparan Stator untuk Generator kutub luar. Tegangan yang dibangkitkan oleh sebuah Generator dipengaruhi oleh 3 factor, yaitu : a. Jumlah Kumparan yang terpotong medan Magnit; b. Jumlah putaran Rotor generator ( sama dengan putaran penggeraknya ); c. Kuat Medan Magnit.

Generator Exciter

Kerja Generator Exciter sama dengan Generator utamanya, dia diputar bersamaan dengan Generator Utama ( dalam satu Shaft/As ), akan tetapi sebagai penguat medan magnitnya dia di supplay oleh peralatan yang disebut dengan Automatic Voltage Regulator ( AVR ), yang berfungsi membangkitkan tegangan DC ( Direct Current ) yang distabilkan secara otomatis, sedangkan sumber tegangannya berasal dari jaring-jaring tegangan satu fasa main Generator yang mungkin saja berubah-ubah oleh karena pengaruh pembebanan Generator.

Tegangan yang dihasilkan Exciter Generator diberikan ke Kutub Magnit pada Main Generator ( Untuk Generator Kutub Dalam, Kutubnya ada pada Rotor dan untuk Generator Kutub luar Kutubnya pada Stator ) dan jenisnya harus Tegangan DC.

Pada Exciter Generator DC., tegangan DC. yang dihasilkan diberikan melalui Carbon Brush, sehingga sering disebut dengan ” Carbon Brush Exciter Generator”, sedangkan untuk Exciter Generator yang menghasilkan Tegangan AC, sebelum diberikan ke Kutub Magnit Main Generator, terlebih dahulu disearahkan dengan menggunakan Rectifier yang hasilnya berupa tegangan DC, disupplay ke Kutup Main Generator, Jenis ini disebut dengan “Brusshless Exciter Generator “.

Beberapa kemungkinan terjadinya gangguan pada Generator.

1. Tegangan tidak dihasilkan oleh Generator

a. Kemungkinan Penyebabnya : Oleh karena Tegangan yang dibangkitkan oleh Generator adalah hasil Induksi Electro Magnit, maka syarat utama terjadinya Induksi, harus dipastikan bahwa pada kumparan Kutub telah ada medan magnit terlebih dahulu, sehingga ketika Generator diputar, maka akan ada pemotongan garis gaya Magnit yang akan menghasilkan Tegangan. Jadi bila tidak dihasilkan tegangan padahal Generator telah diputar, maka bisa dipastikan bahwa pada kumparan kutubnya belum ada medan Magnitnya.

b. Cara mengatasinya : Berikan Tegangan DC. ( Accu. ) yang cukup pada Kumparan Kutub Generator sambil Generator diputar, sehingga dipastikan beberapa saat kemudian Generator akan menghasilkan Tegangan yang diinginkan.

2. Tegangan yang dihasilkan tidak mencukupi / tidak            sesuai dengan nilai yang tertera di Name Plate                      Generator

a. Kemungkinan Penyebabnya : Sebagaimana diketahui bahwa besar/nilai tegangan yang dihasilkan oleh Generator dipengaruhi oleh Jumlah Putaran permenit dan Kekuatan Medan Magnit, maka bisa jadi salah satu dari dua hal tersebut sebagai penyebabnya.

b. Kemungkinan Cara Mengatasinya : * Bila terjadi karena RPM nya rendah, maka jumlah putaran penggeraknya harus dinaikkan sampai tegangan yang dihasilkan mencukupi kebutuhan Bebannya.  * Bila terjadi karena kurang kuatnya medan Magnit, maka periksa Out put Tegangan dari AVR ( Automatic Voltage Regulator ), bila ada dan kurang, maka AVR disetting secara manual, namun bila tidak juga naik, sebaiknya AVR nya harus diganti.

Sementara ini dulu yang bisa kami bahas, Insya Allah dilain kesempatan akan kami bahas Topik-topik yang lain. selamat bekerja dan Sukses. ( Habas )

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *