ENERGIZE YOUR INNER POWER ( BERDAYAKAN POTENSI PIKIRAN ANDA )
Bagian 2.
Potensi-potensi Pikiran yang Positif dapat dijadikan Sumber-sumber untuk pemberdayaan diri seseorang sesuai dengan kebutuhannya, sedangkan potensi-potensi negative dapat dikurangi secara bertahap. Pertanyaan selanjutnya adalah darimana atau melalui apa potensi-potensi pikiran bisa masuk di Pikiran Bawah Sadar seseorang?. Sebagaimana diketahui bahwa Allah SWT. Telah menciptakan manusia dalam bentuk kejadian yg sempurna. Salah satu bentuk kesempurnaannya adalah diciptakanNya Alat-alat pengindra pada Manusia yang disebut dengan Panca Indra. Panca Indra terdiri dari : Mata yang diberi kemampuan untuk melihat ( Visual = V ); Telinga yang diberi kemampuan untuk Mendengar ( Auditory = A ); Kulit & Hati yang diberi kemampuan untuk meraba dan merasakan ( Kinestetic = K ); Hidung yang diberi kemampuan untuk mencium ( Olvaktory = O ); dan Lidah yang diberi kemampuan untuk mengecap ( Gustatory = G ).

SUBMODALITAS
Visual, Auditory, Kinestetik, Olvaktory dan Gustatory itu semua disebut juga dengan Representational system. Representational system ini belum begitu dalam, karena dari masing-masing modalitas masih ada detail dan pembedaan yang lebih tajam. Yang hal ini disebut dengan Submodalitas. Semua Potensi Pikiran yang telah terrekam dengan baik oleh Representational system didalam Pikiran Bawah Sadar seseorang, itulah yang dinamakan dengan Submodalitas seseorang. Submodalitas adalah Potensi-potensi Pikiran Bawah Sadar seseorang yang telah terrekam oleh Representational system dan dapat dielicit ( dihadirkan kembali/diakses ) bila orang tersebut menghendakinya atau secara otomatis hadir bila terjadi suasana yang sama atau mirip dengan suasana potensi-potensi tersebut terrekam. Submodalitas adalah cara seseorang mengodekan dan membentuk struktur dari pengalaman internal orang tersebut. Seperti hal lain kebanyakan terjadi di Pikiran Bawah Sadar seseorang. Setiap Potensi Pikiran yang dimiliki seseorang apakah memori atau Visi tentang masa depan, dibentuk dari nuansa gambar, suara, sensasi rasa, kecapan, dan aroma.
Sebagai ilustrasi suatu kejadian, dimana seseorang mengalami suatu peristiwa yang sangat berkesan dalam hidupnya, misalnya Peristiwa Pernikahan. Peristiwa tersebut pasti terrekam dengan baik di Pikiran Bawah Sadar yang telah di tangkap oleh Representational system, Inilah yang dikatakan Potensi Positif dalam kehidupan seseorang, karena bagaimanapun peristiwa tersebut menghadirkan kebahagiaan dalam hidup seseorang. Maka bila orang tersebut menginginkan Peristiwa itu hadir kembali untuk mendapatkan potensi positif yang namanya Kebahagiaan, dia tinggal menghadirkan kembali peristiwa itu dengan cara menghadirkan Sub Modalitasnya satu persatu. Bila ia ingin menghadirkan kebahagiaan itu persis seperti yang dia rasakan pada saat peristiwa itu terjadi, dia harus memperjelas/memperkuat Sub Modalitas yang dimilikinya. Misalnya Seperti apa gambarnya, warna warninya, bentuk fisiknya, panoramanya; begitu pula suara-suaranya; sensasi rasanya; aromanya dan kecapannya.
Bagaimana seseorang mengelola Submodalitasnya baik yang berupa Potensi Positif maupun yang Negatif, semua itu dapat di pelajari dengan Teknik-teknik yang diajarkan di NLP. ( Neuro Linguistic Programming ).

Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *