TEMU KANGEN:

AKTIVASI LAW OF ATTRACTION

  

OLEH

MUHAMMAD SOLEH

 

  

REKONSTRUKSI PENGALAMAN PRIBADI 

SEPTEMBER 2013

 

TEMU KANGEN:

AKTIVASI LAW OF ATTRACTION

MUHAMMAD SOLEH

 

Prolog

 

“Kriiing, kriiiiiiiiiiiiiiiiing, kriiiiiiiiiiiiiiiiing”

Aku segera beranjak dari kursi kerjaku. Aku sedang asyik menikmati indahnya suatu artikel di satu situs internet.  Aku angkat telepon itu. “Halloo”. Dari seberang sana terdengar suara yang sangat familiar bagiku,  membuat semangatku tergugah.

 Aku membalasnya: “Ibuuu, Apa kabar ibu?”.   Ibu ini sesepuh kami di komunitas guru matematika DKI Jakarta.  Suara ibu kembali terdengar ceria: “Pak Soleh, Hari Rabu depan datang ya ke rumah, saya ada masak dilebihkan hari itu, kita makan siang bersama”.

 

“saya ada masak dilebihkan hari itu”. Kembali terngiang suara itu, selepas aku tutup teleponnya. Rekaman spiritual di benakku, mengingatkan aku pada sebuah hadits:

‘berbuat baiklah kepada tetanggamu, kalau kamu masak yang menyebarkan bau sedap, lebihkanlah dan antarlah ke tetanggamu’.  Kenangan masa kecilku juga muncul, bagaimana masyarakat betawi di kampungku, terbiasa saling mengantarkan masakan ke tetangga,

menerapkan ajaran Nabi, walau sekedar sayur kelor atau semur jengkol.

Betapa indahnya ajaran Nabi dan tradisi masyarakat betawi.

 

Hari itu, Rabu, 20 Agustus 2013. Kami dijamu ibu sesepuh. Tidak banyak yang diundang. Kami merasa tamu spesial, karena yang diundang para lansia berumur 80-an, 70-an, 60-an.  Yang dibawah 60, tampaknya bertindak sebagai host.  Ibu sesepuh mulai menyapa tamunya: “Saya ingin bersyukur kepada Allah swt, usiaku genap mencapai 80 tahun, dan aku sehat-sehat saja. Aku masih banyak kegiatan lho”. Disebutkannya kesibukan sehari-harinya,

yang kami pandang sebagai ketulusan beliau untuk bermanfaat bagi sesama.

Kami serentak mengucap: “Alhamdulillah”

 

Benar-benar suasana di rumah itu penuh keakraban dan kekeluargaan. Obrolan kami sepenuhnya bernostalgia, mengenang masa-masa kami aktif di bidang pendidikan.

Teringat pula teman-teman lain, yang juga sudah lansia, yang almarhum, yang sakit,

 yang masih gagah. Salah satu dari kami tergerak mendaftar ulang teman-teman itu.  

 Muncullah gagasan: “Bagaimana kalau kita adakan acara temu kangen”.

 

A.    TEMU KANGEN  IDENTIK LAW OF ATTRACTION 

            Temu kangen. Pikiranku bertanya, mengapa ada rasa kangen?  Rekaman pengetahuan di benakku menjawabnya, kangen itu adalah vibration (getaran), yang memancar menjadi attraction(tarikan), dan itu ada hukumnya, law of attraction, yang berbunyi:                      like attracts like. Maka bermula dari Kriing, kriiiiiiiiiing tadi, saya bermaksud mengupas ide kangen, menjadi law of attraction.

Tulisan ini hanyalah rekonstruksi pengalaman pribadi, saat-saat saya menghasilkan vibrasi, kemudian mengeluarkannya menjadi attraksi, dan attraksi itu, ada yang sampai pada destiny (sasaran), ada juga yang tak sampai. Kemudian aku kembangkan rekonstruksi penghayatan spiritual islami, saat-saat  saya tergetar dengan firman-firman Allah swt, dan sabda-sabda Rasulullah. Terakhir saya meninjau pembahasan aktivasi (meng-ON-kan) attraksi yang kebanyakan tujuannya duniawi. Akhirnya tersentak gagasan mengapa tidak diaktivasi untuk kepentingan ukhrowi.

Saya ingin berbagi vibrasi, dengan harapan membangkitkan vibrasi yang sama pada pembaca, dan berlakulah hukum law of attraction: like atrracts like. Kita saling atraksi, kangen dan ketemu.

 

B.     LAW OF ATTRACTION DALAM TEORI

Alam Raya ini bergetar. Bagaimana tidak bergetar, kalau Allah swt yang menciptakan alam ini sudah bertitah: “Kun”. Maka terjadilah BIG BANG yang menghamburkan nebula, galaksi, tata bintang termasuk tata surya, matahari, planet termasuk bumi, satelit termasuk bulan, udara, api, air, tanah, besi dan lain-lainnya. Getaran itu akan terus menerus bergetar  sampai dunia ini berakhir.

Tubuh manusia adalah micro cosmos, seperti halnya alam macro cosmos tadi, juga bergetar, mulai dari sel-selnya (termasuk inti sel beserta DNA), organ-organnya, susunan syarafnya, pembuluh darahnya, saluran nafasnya, pencernaannya, reproduksinya, anggota tubuhnya, bahkan hati, emosi dan pikirannya, semuanya bergetar getarrrrrrrrrrr.

Sejarah telah menunjukkan, kalau Allah sudah menampakkan kekuasaan-Nya, tak satupun yang tak gemetar.

Bukit Tuwa di lembah Sinai, hancur sehancur-hancurnya, gara-gara Nabi Musa a.s. minta agar Allah menampakkan diri-Nya.

Laut merah bersedia membelah dirinya, gara-gara Nabi Musa a.s. memukulkan tongkatnya ke laut itu atas perintah Allah swt.

Kaum Nabi Nuh, Hud, Shalih, Luth, Suaib dan Musa, karena pembangkangannya, menerima azab dengan getaran yang maha hebat berupa guncangan bumi tempat berpijak, gelapnya langit tempat berteduh,  gelombang air yang mengombang-ambingkan, sambaran petir yang membakar, serangan katak dan belalang yang menjijikkan, burung-burung ababil yang melemparinya dengan batu neraka yang meluluh-lantakkan, dan aliran sungai yang berdarah-darah.

Sejarah Rasulullah Muhammad saw, juga menggetarkan hati kita; 

Suatu ketika Rasulullah berteduh di bawah pohon kurma. Datanglah seorang kafir merampas pedang Nabi sambil berkata: “Nyawamu di tanganku. Siapa yang akan  menolongmu”.      “Allah”. Jawab Nabi.      Bergetar seluruh tubuh si kafir itu, pedangnya terjatuh, dan dia terjerembab ke bumi.

 Nabi sedang shalat di Ka’bah. Abu Lahab mengambil batu, bermaksud melempari Nabi. Tiba-tiba ia gemetar setengah mati, karena melihat seekor unta besar mau menerkamnya.

Abu Jahal menjahili seorang pedagang. Barang dagangannya diambil tanpa dibayar. Pedagang itu berteriak minta tolong penduduk Mekkah. Tak satupun yang mau menolong, karena takut pada Abu Jahal. Datanglah Rasulullah mengetuk pintu Abu Jahal, sambil berkata dengan  wibawa: “Kembalikan”. Gemetar Abu Jahal dan buru-buru mengembalikan.

 Ketika Nabi berhijrah, ada sayembara berhadiah besar bagi yang sanggup menangkap Nabi. Siapa yang tak tergiur dengan hadiah. Suraqah memacu kudanya, dan berhasil mendekati Nabi, tinggal beberapa langkah lagi. Nabi berbalik menghadapi Suraqah dan berkata, selangkah lagi, Allah mencelakakanmu. Benar saja, kudanya terjerembab. Dipaksa bangkit oleh tuannya, terjerambab lagi. Bangkit lagi, terjerembab lagi. Akhirnya Ia minta maaf kepada Nabi dan berbalik kembali ke Mekkah.

 Abu Bakar demikian gemetarnya, melihat kaki-kaki musuh di depan gua tempat mereka berdua bersembunyi. Dengan tenang Nabi berkata: La Tahzan, Innallaha ma’ana.

Siapa yang berani kepada Umar, yang terkenal bengis itu. Dengan pedang terhunus, saudara iparnya dihantamnya, saudara perempuannya ditamparnya, tetapi ayat Thoha dan kelanjutannya, yang terbaca pada lembaran yang tadi dibaca saudara perempuannya, mampu menggetarkan hatinya, dan ia berserah diri kepada Nabi Muhammad saw, yang sedang berdakwah di rumah Arqam.

Inilah konsep pertama dari Law of Attraction. Vibration, vibrasi atau getar.  Beberapa Ilmuwan tertarik dengan getaran pada pikiran (thought) . Pikiran (hasil kerja otak) bergetar. Getaran ini berfrekuensi (ada tinggi rendahnya, ada panjang pendeknya). Frekuensi getar menimbulkan daya pancar (sinyal). Daya  pancar itu melontarkan attraksi (tarikan) yang membawa pesan pikiran itu ke sinyal dari sumber yang lain. Sinyal inipun mengeluarkan atraksi yang siap menerima pesan dari atraksi yang menemuinya. Atraksi yang frekuensinya sama, cenderung saling tarik menarik. Inilah yang disebut Law of Attraction, yakni                        like attracts like.

Jika memang kedua atraksi ini bertemu, sampailah keduanya pada destiny (sasaran) dan saling mencukupkan demand (kebutuhan masing-masing). Contoh gampangnya: Anda menerima amplop. Kalau getaran dalam pikiran anda kuat mengatakan isi amplop itu uang, dan isi amplop itu juga bergetar sesuai dengan dirinya, yaitu uang, maka attraksi dari pikiran anda, dan attraksi dari uang itu bertemu. Dan anda berbahagia, saya terima uang. Kalau isinya bukan uang, melainkan surat tagihan, pasti getaran surat tagihan itu memberi sinyal kepada pikiran anda, jangan berpikir aku ini uang. Dan pikiran anda pasti ragu, apa iya, ini isinya uang. Kalau dipaksakan anda tetap berpikir uang, tetapi anda tidak mampu mengusir keraguan, ya tidak ketemu, dan anda pasti kecewa, Sialan, tagihan lagi, tagihan lagi.  Agar tidak kecewa, berlatihlah menghalau keraguan itu.

Belakangan ini, banyak teori yang melatih sinyal dan atraksi itu agar positif tanpa keraguan (no doubt). Doubt menghalangi kedatangan demand anda. Anda dilatih untuk biasa mengizinkan (allow)demand itu datang kepada anda. Anda bisa sangat  yakin akan sampai pada destiny dan meraihdemand anda. Formula tiga langkah untuk membangkitkan atraksi adalah: (1) mengidentifikasi keinginan (2) menaikkan getaran (perasaan), dan                      (3) mengizinkan. Berpikirlah positif  bahwa anda bisa kaya, dan anda akan kaya. Inilah yang saya maksudkan dengan aktivasi law of attraction. Mau coba?

Bahasan secara populer ini, sekedar memudahkan pemahaman saja, Jika berminat mendalami teorilaw of attraction ini, silakan  buka www.LawOfAttractionBooks.com.

Berikut ini contoh dua buku yang patut dibaca: The Secret,  Rhonda Byrne (2006) dan Law of Attraction, Michael Losier (2005 – 2012).                                                      

     Berikut ini beberapa petikan kata-kata motivasi dari The Law of Attraction.

Getting Everything You Want  Out of Life Through the Power of Your Own Mind.  And Let Your Thoughts Determine Your Destiny

“The Law of Attraction attracts to you everything you need, according to the nature of your thoughts. Your environment and financial condition are the perfect reflection of your habitual thinking.”   ~ Joseph Murphy

”You are a living magnet, attracting what you want.”

“Remember, you attract to your life whatever you give your attention,

energy and focus to, whether wanted or unwanted.”      ~ Michael J. Losier

“Why is true success so relatively effortless?

It might be likened to the magnetic field created by an electrical current through a wire.The higher the power of the current, the greater the magnetic field that it generates.And the magnetic field itself then influences everything in its presence.”

~ David R. Hawkins, M.D., Ph.D.

“…When the voice and the vision on the inside become more profound,

more clear and loud, than the opinions on the outside, you’ve mastered you life”

~ Dr. John F. Demartini

Your Mind is Powerful!

Positive vibes

Positive vibes are generated from good feelings, such as:

v Joy

v Love

v Excitement

v Abundance (of anything that causes a positive response)

v Pride

v Comfort

v Confidence

v Affection

Negative vibes

Negative vibes are generated from negative feelings, such as:

v Disappointment

v Loneliness

v Lack (of any of life’s necessities or luxuries)

v Sadness

v Confusion

v Stress

v Anger

v Hurt

Dan Ini buku yang memuat article praktis menerapkan the law of attraction.

 

Inilah ajaran Linda-Ann Stewart.

You Are What You Think

Life, Have It Your Way

Identify With Your Good

Create Space For Your Good

Creating A Treasure Map To Achieve Your Desires

Bless The Situation

Keep Your Eye On The Goal

Free Yourself From Your Mental Prison

Conscious Consistency

Reprogram Your Negative Self-Chatter

 How Are You Defining Your Desires?

Let Go And Manifest

Ask For What You Want

Planting The Seeds Of Your Desire

Believe Your Thoughts Have Power

Cleaning The Window Of Your Mind

Focus On What You Want

Defuse the Power of Negative Thinking

C.     LAW OF ATTRACTION DALAM PENGALAMAN          

        HIDUPKU

Dalam kesendirianku, aku kembali menghadapi laptopku. Kali ini aku membuka             e-albumku. Aku tergugah, mengapa ada foto yang sepintas saja kulirik, ada yang lama sekali kupandang. Rekaman pengetahuan di benakku kembali menjelaskan: Itulah efek law of attraction.  Kini aku sadari, secara alami aku sudah menerapkan law of attraction, tanpa ilmunya. Sekarang, aku ingin mengartikan semua kejadian dalam hidupku dengan  law of attraction.

Tetapi aku serius sekali menegur diriku, bahwa semua kejadian hidupku adalah rencana Tuhan, kehendak Tuhan, atas izin Tuhan, dalam pemeliharaan Tuhan. Science itu sesungguhnya sistem sunnatullah yang manusia baru menemukannya. Tuhan sudah lama menciptakannya. Diizinkan-Nya manusia menemukan science untuk memudahkan manusia memaknai hidupnya. Hukum-hukum yang berlaku di alam dibuat-Nya tetap tak berubah-ubah, agar manusia bisa mengungkapkannya. Sedangkan hukum-hukum yang berlaku pada manusia, menggunakan sistem kehendak memilih. Silakan manusia memilih, tanggung resikonya, dan pertanggungjawabkan kepada Allah 

Mari kita perhatikan.   Apel dari dulu jatuhnya ke bawah. Sementara sebagian orang mengambili apel yang jatuh, Newton memikirkannya, dan ditemukanlah Hukum Gravitasi.

Sementara orang bersenang-senang mandi di bak mandi, Archimedes memikirkannya dan ditemukanlah  Hukum Archimedes.

Sementara orang-orang resah dengan suara lentingan besi yang dipukul-pukul di pabrik otomotif,Pythagoras memikirkannya, dan ditemukanlah tangga nada sesuai dengan tebal-tipisnya besi yang dipukul atau panjang-pendeknya.

Jadi science itu ditemukan, bukan diciptakan. Bahkan, semakin membuka tabir rahasia alam, Albert Einstein dan Stephen Hawking, semakin terpesona, mengapa begitu seimbangnya alam ini. Planet-planet itu tidak bertabrakan. Sedikit saja ia bergeser dari jalannya, hancurlah alam semesta ini. Akhirnya, mereka mengakui ada ’Sesuatu yang Agung’ yang mengaturnya. Mereka tidak menamakannya ‘Tuhan’ tetapi ’Sesuatu yang Agung’.  Maka keluarlah ucapan Einstein: Ilmu tanpa Agama, buta. Agama tanpa ilmu, pincang.

 

Jadi, saya ingin memaknai kejadian hidupku dengan teori law of attraction, untuk memperteguh keyakinanku, betapa sempurnanya kasih sayang Allah kepada manusia, tidak dibiarkannya manusia buta meraba-raba, tidak juga pincang asal jalan saja.

Manakah dari foto-foto itu yang kupandangi berlama-lama? Ternyata foto yang terkumpul di folder‘sonov’ yang memuat 3 folder lagi: ‘engagement’, ‘the bride’, ‘honeymoon’. Pikiranku melayang jauh: 

Ketika aku menatar di Padang,

ada seorang peserta bu guru.

Setiap pandangan mata bertemu,

darahku berdebur memburu.

Membuat rona wajahku tersipu.

Ku rasa dia juga begitu.

Itulah awal getarku dan getarnya. Dua minggu berlalu. Aku kembali ke Jakarta. Apa yang kurasakan? Getar tadi memancar menjadi attraksi (kangen). Aku berinisiatif meng-ON-kan attraksi itu, agar ditangkap di gang Ujung Gurun, kota Padang melalui surat. Benar saja. Atraksi kami bertemu, like attracts like. Itulah jodohku. Bahkan aku sadari, ketika akan berpisah di Padang, atraksiku begitu kuat, sehingga mampu meng-ON-kan gen berpantun. Ketika itu aku berpantun.

Sungguh enak masakan rendang.

Rendang dimakan bersama nasi.

Sungguh enak penataran di Padang.

Di siko ada motivasi

Dari Batu sangkar ke Pagaruyung

Singgah pula di Bukittinggi

Pikiran sukar hatipun bingung

Meninggalkan dia si motivasi

_______________

Catatan pinggang: motivasi: m      n, t      v, v      a. a       r, s      n.

Baru saja kami menikah, 1983, atraksi kami menguat lagi, karena aku harus meninggalkannya selama 6 minggu, kursus di Dundee, Scotland. 1986, atraksi kami menguat lagi. Enam minggu lagi kembali ke Dundee. 1989.  Ini lebih lama lagi, 12 bulan. Aku harus kuliah di University of Bristol. 1993. Kembali lagi ke Bristol 6 minggu lagi.

Sepanjang tahun-tahun aku menjadi instruktur, kangen-temu itu berulang berkali-kali dengan periode 1-2 minggu, karena aku harus ke daerah-daerah se-nusantara. Kangen, temu. Kangen, temu. Begitu seringnya ditinggalkan, maka ketika aku lama berada di Jakarta, dia bertanya  “Kapan ke daerah lagi?” Kepingin kangen rupanya. Memang iya. Keindahan di saat-saat temu tidak seindah keindahan di saat-saat kangen.

Sebelum bertemu yang satu ini, pernah terjadi juga atraksi-atraksi yang tidak sampai di-ON-kan. Ada ketika di Penang Malaysia, ketika di Yogyakarta, ketika di Palembang, ketika di Manado, ketika di Ambon, ketika di Bengkulu. Ketika di Penang sempat juga di-ON-kan melalui surat menyurat. Ketika itu, gen bersyairku muncul;

Rasanya berat hati ini meninggalkan pulau Penang

Orang ramai cakap: Penang mutiara di Timur

Hari berganti hari kulalui penuh kesan

Alamnya nan indah permai

Ya. Budayanya yang bercorak ragam

Apalagi orang-orangnya penuh keramahan

Tumbuhlah rasa persaudaraan mengikat batin

Insya Allah persaudaraan ini kekal abadi.

Heheheeeeeee. Aku tertawa sendiri.

Aku tutup folder ‘sonov’. Aku buka folder ‘my career’. Pikiranku kembali melayang. 

Pagi itu ramai sekali di halaman sekolah. Anak-anak SMA itu bergerombol menatapi papan pengumuman kelulusan. Ada yang berteriak, ada yang menjerit, ada yang menangis tercampur baur. Betapa riuhnya. Tapi tidak, bagi anak itu. Ia berusaha mencari namanya, dan dengan wajah innocent, blank, lugu, biasa-biasa saja, ia keluar dari kerumunan itu. Tak tampak gembira, tak tampak sedih. Ia cuma ikut mendengarkan silang tanya antar siswa itu. ‘Kamu melanjutkan kemana?’.  ‘Kamu kemana?’   ‘UI, ITB, IPB, UGM, IKIP,……..’  Nama-nama perguruan tinggi itu, menghiasi riuhan suara mereka.    Anak itu terdiam. Tidak bertanya dan tidak juga ditanya.  Innocent,  blank, kosong. 

Anak itu adalah aku. Aku memang diam. Hanya Tuhan yang tahu. Hatiku, emosiku dan pikiranku sebenarnya bergetar gemuruh, dengan satu rintihan:  Aku harus kerja, Aku harus kerja, Aku harus kerja. Dan kini baru aku tahu, jeritan itu memancar di cakrawala, terbang ke mana-mana, mencaridestiny, dimana yang dapat memenuhi demand ku.

 

Pikiranku melayang-layang lagi.

Cruk, cruk, cruk, Itu suara cangkul mengolah tanah gembur di sawah yang hendak ditanami padi. Tugasku cuma meratakan tanah yang sudah gembur, yang sebelumnya sudah dicangkul ayah. Kami berdua saja di sawah itu. Aku tahu, ayahku sebenarnya tidak tega mengajak anaknya ke sawah. Aku pun tidak keberatan dengan kerja itu, daripada diam di rumah saja. Memang, ragaku bekerja, tapi pikiran, emosi dan hatiku kembali menjerit: Aku harus kerja, aku harus kerja, aku harus kerja.

Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar. 1968, Billahittaufiq wal hidayah. Allah menghantarkan atraksi dari pikiranku itu hinggap di SMP Al-Khairiyah, menyentuh pikiran kawanku yang menjadi guru disitu, menular ke pikiran Kepala Sekolah, dan Kepala Sekolah itu mempersilakan temanku mengajak aku menghadap. Rupanya Allah mentakdirkan aku menjadi guru.

 

Aku sudah bekerja sebagai guru Ilmu Ukur di SMP Al-Khairiyah, tanpa ilmu kependidikan. Aku mengajar, sebagaimana aku belajar. Tidak ada strategi, tidak ada metode, tidak ada alat bantu. Satu-satunya caraku: Jelaskan, berikan contoh, dan berikan  latihan. Bergetar lagi pikiran, emosi dan hatiku, meneriakkan: Aku harus belajar, aku harus belajar.

Allah swt mengantarkan langkahku menuju Jl. Bandengan Utara 80, di sore hari itu. Aku menghadap Direktur PGSLP Ilmu Pasti 1 tahun.  Aku ungkapkan keinginanku. Wajahku kembali blank, innocent, mendengar jawaban Direktur itu:  “Sekolah ini hanya dalam 10 bulan. Sudah berjalan 1 bulan. Anda terlambat”.

Terlambat. Ya Allah, bimbinglah aku.  Benar saja. Allah membimbing langkahku menuju Jl. Salemba 4 Jakarta Pusat. Aku sendiri menghadap Kepala Bidang Pendidikan Guru. Kiranya, atraksi di kepalaku bertemu dengan atraksi dari Bapak Kepala Bidang. Like attracts like.  Kini wajahku tidak lagi blank, sedikit cerah, mendengar jawaban: “Sore ini datanglah ke Bandengan Utara. Saya nanti juga ada di sana. Temui saya”. Akhirnya aku menjadi siswa PGSLP Ilmu Pasti 1 tahun. Hasratku dipenuhi Allah swt. Terima kasih Pemeliharaku. Alhamdulillahi rabbil alamin 

Aku tersadar, kulihat foto yang sedang kuhadapi. Rupanya scan dari ijazah PGSLP. Aku click lagi. Terlihat scan dari SK pertama PNS. Pikiranku kembali melayang layang 

Dengan ijazah PGSLP, aku diterima mengajar di SMP Negeri 30 filial di Warakas. Hasratku ingin sekali diangkat oleh pemerintah menjadi guru PNS. Kekuatan atraksi hasratku itu tidak sekuat hasrat bekerja dan belajar tadi, karena aku sudah sangat menikmati berbaur bersama anak-anak SMP. Menemaninya belajar. Tapi hasratku diperkuat oleh hasrat Kepala Sekolah. Sampai 3 tahun aku menunggu pemerintah menerima diriku sebagai abdi negara. 1973 aku baru diangkat PNS.

 

Aku percaya rencana Tuhan terhadap hidupku. Tuhan pun tidak hanya mendengarkan yang diucapkan hambanya. Ia Maha Mendengar suara jiwa seorang hamba-Nya. Aku bekerja saja dengan ikhlas, tanggung jawab, dan meningkatkan  segenap daya.  Tanpa hasrat yang mendesak, aku dibimbing terus oleh Allah dan karirku meningkat terus. Aku dijadikan wakil Kepala Sekolah, Aku diikutsertakan penataran Matematika Baru di Sangga Buana Cipanas, Aku terpilih sebagai 10 peserta terbaik. Sebagai kandidat penatar matematika baru tingkat provinsi, aku dikursuskan ke Yogyakarta. Resmilah aku menjadi tim penatar provinsi, sambil tetap mengajar di sekolah.

Kini aku memahami, mengapa aku mudah menangkap pelajaran atau menangkap isi buku. Mungkin, karena sifatku yang blank tadi. Kalau aku sedang belajar dari guru, atau dosen, atau nara sumber, atau dari buku, pikiranku aku kosongkan dulu. Biar saja vibrasi pikiran dari guru, dosen, nara sumber atau penulis buku itu membangkitkan vibrasi pikiranku. Ini namanya resonansi (ikut bergetar).  Sehingga kedua vibrasi itu alike. Dan transfer attraksi berlangsung mulus. Kalau tidak dikosongkan, vibrasi pikiranku akan melawan vibrasi guru, dan akan menimbulkan dissonansi (saling melenyapkan). Muncullah doubt (keraguan) atau bahkan dislike (tidak suka). Jika alike, maka like attracts like.  Jikadislike, maka dislike attacks dislike. (hilang huruf r nya. Attract=menarik, attack=menolak). Ini sejalan sekali dengan paradigma ESQ Ari Ginanjar Agustian dengan prinsipnya Zero Mind Process. Kosongkan dulu pikiran dari pengaruh-pengaruh: prasangka negatif, prinsip hidup, pengalaman, kepentingan, sudut pandang, pembanding dan literatur, agar dapat menyerap hidayah Allah.     Katakanlah DIA ALLAH itu 1, dan diri kita (an-Naas) sebagai n. Jadikan diri kita (n) limit mendekati 0, maka bahasa matematikanya             Tak terhingga.  Karunia Allah tak terhingga. Allahu Akbar.

Sebagai penatar Matematika Baru, aku juga diminta menjadi guru SMA Negeri 13. Pikiran, emosi dan hatiku bergemuruh lagi, meneriakkan hasrat: Aku harus kuliah, aku harus kuliah. Aku datangi IKIP Jakarta mendaftarkan diri. Wajahku blank lagi, ketika dikatakan: “ijazah ini sudah kadaluarsa. Yang diterima sebagai mahasiswa, harus berijazah maksimal 4 tahun sebelumnya”.  

 

Terima kasih Tuhan, Engkau memberikan jalan. Melalui seorang profesor IKIP yang sedang melaksanakan penelitian di sekolahku, aku diterima juga sebagai mahasiswa. Mahasiswa tua. Terpaksalah aku bertemu dengan mantan muridku, ada yang satu semester denganku, ada pula yang di atasku. Alhamdulillah aku sukses juga akhirnya menyandang gelar Drs. Bukan gelar itu kebangganku. Tetapi wawasan kependidikanku meningkatkan tanggung jawabku di bidang pendidikan anak bangsa. Istilah kerennya, profesional 

Nah, yang ini, tanpa hasratku yang menggebu.  Aku biasa saja mengajar di SMP 95, di SMA 13, dan menatar guru. Aku digiring oleh Allah swt, mengikuti tes calon instruktur nasional. Aku tidak tahu siapa yang mendaftarkan diriku. Sekarang aku menduga, mungkin ibu sesepuh kami tadi, yang memang mengorbitkanku menjadi penatar tingkat provinsi. Salah satu unsur seleksi adalah penampilan mengajar di kelas. Vibrasi gaya mengajarku mempengaruhi vibrasi penguji dari Direktorat, dan konsultan asing dari Australia. Aku menduga vibrasi ibu sesepuh kami yang turut mengantarkan penguji, mungkin juga memperkuat vibrasi itu, dan aku dinyatakan lulus. Kami utusan dari berbagai provinsi dikursuskan ke Recsam Penang Malaysia, dilanjutkan study lapangan ke Colombo dan Melbourne. Jadilah aku instruktur nasional Pemantapan Kerja Guru (PKG), menatar guru dari provinsi ke provinsi. Sebagai instruktur nasional, semakin pesat laju karirku. Aku dipercaya sebagai pembawa acara siaran matematika di TVRI dan TPI, kursus keluar negeri berkali-kali, dipercaya lagi menjadi deputy leader tim IMO (International Mathematical Olympiad), disekolahkan lagi menjadi Master of Education, dan dapat jodoh di Padang. Kata temanku ketika melamari calon istri untukku, ‘orang ini orang mahal, sudah banyak dibiayai negara’. 

Kalau sudah berada pada lapisan ini, vibrasi dan atraksi diriku sudah menyebar sendiri (effortless), hinggap sana, hinggap sini. Aku aktif di Direktorat Pembinaan SMP, Direktorat Pembinaan SMA. Direktorat Sarana Pendidikan, Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Pusat Kurikulum, Pusat Perbukuan, Pusat Sistem Pengujian, Pusat Teknologi dan Komunikasi Pendidikan, Pusat Pengembangan dan Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, bahkan Departemen Agama, dan terakhir Direktorat Pembinaan TK/SD.

 

Tak ada angan-anganku untuk terlibat di Direktorat PTK/SD. Tiba-tiba saja aku ditelepon seorang teman dosen UNJ Jakarta, Sore ini, kita diundang Dit. PTK/SD pk 17.00 di Wisma TK Pembina, Tangerang. Jemput saya ya di UNJ.  Ini adalah momentum babak baru dari karirku. Aku diminta menjadi pembina siswa calon peserta Asean Primary Mathematics and Science Olympiad, yakni siswa-siswa pilihan dari berbagai daerah yang harus dibina menjadi peserta olimpiade internasional. APMSO kemudian menjadi IMSO (Internasional Mathematics and Science Olympiad). Kembali lagi aku melanglang buana, mengantar anak cerdas Indonesia bertarung di ajang bergengsi olimpiade matematika internasioal. Gemerincing medali emas, perak dan perunggu dipersembahkan kepada ibu pertiwi. Bendera merah putih telah berkibar di panggung kehormatan juara di berbagai negara penyelenggara. Negara berterima kasih kepada putra putrinya yang telah mengharumkan nama bangsa. Presiden RI berkenan menyematkan Satyalancana Wirakarya kepada anak-anak cerdas Indonesia dan termasuk pembinanya. 

 

Dari tadi aku selalu menyebutkan vibrasi dan atraksi diriku yang mengantarkanku kepada kesuksesan. Tapi batinku bertanya: Siapa yang menciptakan vibrasi dan atraksi itu di kepalaku? Tergetar hatiku, sambil mengucapkan Allahu Akbar.

 

Kalau aku rangkum perkembangan vibrasi dan atraksiku, ada 5 jenis.

 Pertama, atraksi yang kuat sekali memancar dari benakku, yakni: 1) Aku harus bekerja (ketika tamat SMA);  2) Aku harus belajar (ketika menjadi guru tanpa ilmu keguruan);         3) Aku harus kuliah (ketika jadi penatar provinsi dan guru SMA); dan tambahan lagi:           4) Aku harus nikah(ketika umurku 30).

 

Kedua, setelah nikah, atraksi yang kuat sekali terpancar dari kami berdua.yakni: 1) Kami harus punya rumah sendiri (1986); 2) Kami harus punya mobil sendiri (1996); 3) Kami harus menunaikan ibadah hajji (2004/2005)

Ketiga, atraksi dari benakku tidak begitu kuat, tapi diperkuat atraksi dari pembimbingku, yakni: 1) jadi PNS (diperkuat Kepala Sekolahku);  2) jadi penatar provinsi (diperkuat oleh pejabat Kanwil (ibu sesepuh matematika); 3) jadi instruktur nasional (diperkuat oleh pejabat Kanwil (ibu sesepuh matematika); 4) Kuliah S2 (diperkuat oleh pejabat direktorat).

 

Keempat, effortless (tidak ada atraksi) dari diriku, tetapi orang lain yang memberikan atraksi, yakni: 1) jadi pembawa acara siaran matematika di TVRI dan TPI; 2) jadi tim teknis di berbagai direktorat, berbagai pusat, dan Dit. Perguruan Islam Departemen Agama; 3) Jadi nara sumber dari berbagai pelatihan dan seminar; 4) jadi Deputy Leader IMO; 5) jadi pembina IMSO,     6) menerima anugerah Satyalancana Wirakarya dari Presiden RI.

 

Kelima, ini adalah atraksi negatif dari diriku, yaitu menolak atraksi positif dari orang lain yang melamarku. 1) Kepala Sekolahku meminta kesediaanku untuk dicalonkan sebagai Kepala Sekolah; 2) Kepala Seksi Kurikulum Kanwil Pendidikan DKI Jakarta meminta kesediaanku untuk dicalonkan sebagai  Kepala Seksi Kurikulum menggantikan posisinya;    3) Direktur Direktorat Pendidikan Menengah Umum meminta kesediaanku menjadi staf dulu, setahun kemudian menjadi Kasie Kurikulum. Aku tidak berminat. Aku mengenal diriku bukan tipe pejabat, tetapi pekerja profesional.  Akhirnya aku terkena hukum keseimbangan (Law of Balance). Saat itu someone like, but I do not like. Maka pada saat lain, I do like her, but She does not like me.

 

Ada satu hal lagi yang menarik dibahas, yaitu pertarungan atraksi, yang pasti terjadi dalam lingkungan pekerjaan. Di antara pekerjaanku sebagai guru, sebagai instruktur, sebagai pengawas, sebagai pembina siswa olimpiade, hanya pada bidang pekerjaan pengawas terjadi pertarungan atraksi. Memang berat juga tugas pengawas. Bidang guru, Instruktur, pembina siswa olimpiade bagiku seratus persen menyenangkan (enjoyful).

 

Pertarungan atraksi terjadi karena bertemu dislike dengan dislike, yang harus dituntaskan, tidak bisa dibiarkan, harus ada yang menang. Ada 3 kejadian yang ingin saya ceritakan.

 

Kejadian Pertama.

 Ada laporan dari Kepala Sekolah, bahwa salah seorang gurunya berbuat tidak etis kepada siswa (perkataan dan perbuatan). Wali murid mengadukan hal itu kepada Kepala Sekolah. Kepala Sekolah bersama seorang guru mengumpulkan data/fakta kejadian. Kepala Sekolah mempelajari regulasi pelanggaran etik guru. Guru yang mendampingi Kepala Sekolah (sebut saja Humas), menggali informasi dari wali murid dengan pendekatan kekeluargaan. Guru Humas itu berkesimpulan bahwa semua wali murid sudah tidak mungkin lagi mengubah antipatinya kepada guru pelanggar etik itu. Kepala Sekolah juga sudah menemukan dasar regulasi untuk mengatasi masalah ini, yaitu mengajukan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) dengan goalnya dipindahkan dari sekolah ini.  Selaku Pengawas paket sekolah itu, saya mengikuti perkembangan proses dari Kepala Sekolah dan Guru Humas tadi, dan kalau saya setuju, saya harus menandatangani surat yang ke Dinas Pendidikan itu. Maka kami sepakat, membuat pertemuan berempat: Kepala Sekolah, Guru Humas, Guru yang terlibat masalah, dan saya pengawas sekolah. Dalam pertemuan itulah terjadi pertarungan atraksi.  Atraksi Kepala Sekolah dan Guru Humas melawan atraksi guru terlibat. Aku berusaha menahan atraksi diriku, nanti saja sebagai pamungkas. Atraksi KS dan Humas sudah jelas berdasar fakta kejadian, aturan regulasi/kode etik guru, dan pernyataan wali murid. Peluru terakhir KS adalah citra sekolah, peluru terakhir dari Humas adalah kelalaian  menunaikan amanah orang tua siswa. Atraksi dari Guru terlibat adalah rasa harga dirinya. Akhirnya atraksi dariku, dengan nada bukan pejabat, aku menanyakan hati nurani. Bagaimana perasaan kita, kalau posisi kita ada pada posisi orangtua yang anak kita dihinakan. Peluru kedua yang saya pertanyakan adalah kenyamanan diri, masih nyamankah kita kalau kita masih melihat sorot mata  anak itu dan orangtuanya.  Akhirnya, atraksi kami bertiga melemahkan atraksi guru itu, dan ia bersedia mengajukan pensiun dini. Di luar dugaan kami, dan tidak ada sasaran kesana. Begitulah kekuatan vibrasi yang melahirkan atraksi. dislike attacks dislike.

 

Kejadian Kedua.

Tiga orang ibu Kepala Sekolah, melayangkan surat kepada salah seorang ibu pengawas, mohon pengawas paketnya diganti, karena kurang memenuhi kebutuhan pembinaan. Ibu pengawas tadi menyampaikannya kepada saya selaku Korwas. Saya katakan: panggil ibu-ibu Kepala Sekolah itu dan kita adakan pertemuan dengan semua pengawas.  Terjadilah pertemuan itu, dan ajang pertarungan atraksi dimulai. Saya menyatakan tujuan pertemuan adalah klarifikasi surat aduan itu, agar ada solusinya. Pertama, saya beri kesempatan Kepala Sekolah. Atraksi Kepala Sekolah adalah ingin agar guru-gurunya dibina tentang teknik penilaian yang agak rumit itu. Tetapi tidak terpenuhi oleh pengawas paketnya. Pengawas  yang diadukan juga beratraksi, bahwa memang sekolah-sekolah itu sombong dan sangat kaku, kurang respect kepada pengawas. Akhirnya aku mengajukan lontaran-lontaran atraksiku berupa pertanyaan-pertanyaan.

 

Pertama kepada Kepala Sekolah:

1.      Apakah ibu-ibu tahu, bahwa pengawas itu ada koordinatornya? Dan pengawas mendapat tugasnya dari Kepala Sudin? Mengapa ibu-ibu mengajukan suratnya kepada ibu pengawas ini, bukan kepada Korwas atau Ka Sudin?

Pertanyaan yang jawabannya mudah dan membuka kesadaran akan kesalahannya.

 

2.      Apakah ibu-ibu berpersepsi bahwa sekolah ibu hanya dibina oleh satu pengawas paket itu saja? Pengawas lain tidak mau tahu sekolah ibu, dan ibu tidak mau tahu pengawas lain?  Pengawas lain tidak boleh ditanya atau dimintai pembinaannya? Apakah Korwas tidak boleh tahu sekolah ibu, tidak boleh datang ke sekolah ibu?

Pertanyaan yang menyadarkan dan mencerahkan. 

 

3.      Apakah ibu berpersepsi, bahwa setiap orang mahir dalam semua bidang? Apakah orang tidak boleh memiliki kekurangan, dan harus selalu berkelebihan?

 

Kemudian kepada semua pengawas, tidak hanya kepada yang teradukan. Arahnya tetap aku tujukan kepada Kepala Sekolah. Tetapi bumerangnya saya maksudkan menyentil pengawas. Ibu-ibu, pengawas itu tugasnya mengidentifikasi kebutuhan sekolah, mendiskusikannya dengan kepala sekolah. Mana yang dapat diselesaikan bersama (KS dan Pengawas paket) diselesaikan. Mana yang memerlukan ahlinya di bidang tertentu, dicarikan ahlinya, tidak harus pengawas paket itu sendiri. Di koordinator pengawas ini sudah ada daftar keahlian yang sifatnya specifik, bagi masing-masing pengawas. Sering-seringlah main kesini. Satu lagi, Pengawas diberi tugas oleh Ka Sudin. Jadi tidak ada pergantian pengawas karena permintaan khusus. Sekarang, wawasannya sudah jelas ya,  sekolah ibu, banyak yang mau memperhatikannya. Jadi tidak ada penggantian, dan berbaikanlah.

Atraksiku menyebar mampir ke kepala masing-masing yang hadir, diterima dengan senang hati. Hilanglah dislike. Kembalilah like attracts like.

 

Kejadian Ketiga.

Seorang ibu pengawas mengadu sambil menangis kepadaku, karena bersedih, MGMP BK dan Ka Sie Manajemen hampir bersepakat, mencantumkan nilai BK dengan label di rapor. Ibu ini sedih, karena ini sudah keluar dari filosofi Bimbingan dan Konseling.           Bagaimana ini pak Korwas?, tanyanya, sambil mengusap air matanya yang jatuh di bajuku. Ayo, kita menghadap Pak Kasie dan minta dipertemukan dengan MGMP BK, didampingi pak Ka Sie. Jawabku.

 

Terjadilah pertemuan itu, dan pertarungan atraksi dimulai.  Pengurus MGMP BK beratraksi dengan bersandar pada pendapat seorang profesor, bahwa BK boleh diberi nilai, demi kebutuhan anak, sehingga BK tidak disepelekan. Setelah mendengarkan itu, kami berdua mempertanyakan bagaimana bunyi rumusan BK dan pengelolaannya dan tindak lanjutnya dalam dokumen kurikulum? Apakah ada tersurat, atau tersirat harus ada labelling? Apakah etis, mengenai kepribadian seorang anak dibuka secara umum dengan penulisan di rapor, terbaca sampai tua? Dapatkah dipertanggungjawabkan, bahwa kepribadian seorang anak, kita nyatakan dengan label 3 atau 4 (kurang atau tidak memenuhi)? Filosofi mana yang membenarkan itu? Sepengetahuan kami, setiap anak adalah unik, masing-masing punya potensi positif dan negatifnya, yang tidak bisa diukur secara ukuran standar.  Pengurus BK tetap berdalih, demi BK diperhatikan anak-anak. Ka Sie Manajemen blank, no idea.  Dislike attacks dislike. Sama-sama kuat pancarannya. Pertemuan itu sungguh tidak nyaman. Akhirnya saya pasang harga mati.Terserah pengambil kebijakan. Pak Kasie, Kami berdua sedih, kalau nanti secara nasional diketahui, hanya DKI yang memberi label pada BK di rapor. Dan kementerian menyalahkan DKI. Citra DKI dipertaruhkan!!!.  Ka Sie tidak mengambil keputusan dalam rapat itu. Atraksi kami masih menyebar ke cakrawala, karena kami masih terus menyayangkan. Atraksi pengurus BK mungkin sudah memudar. Sehingga seminggu kemudian sampai berita kepada saya, bahwa labelling BK tidak jadi. Alhamdulillah.

 

Akhirnya, saya ingin menceritakan, bahwa alam atau orang asing pun menyambut atraksi kita. Atraksi berikut ini terjadi ketika saya mendapat kesulitan atau kebingungan.

 

Kejadian Pertama.

Saya harus berangkat ke London sendirian. Semua diorganisir oleh British Council. Di pesawat tidak masalah. Tiba di London tidak masalah. British Council menjemputnya. Ke kantor British Council, terima tiket kereta, di antar ke hotel, dan diberi penjelasan: besok pagi, pk 8.00 naik taksi ke  railway station, naik train melalui 5 pemberhentian, turun di Bath station. Naik bus ke University of Bath. OK? .   OK lah kataku dalam hati. Bingung??????.

 

Besoknya, aku ikuti petunjuk itu. Memang di Inggris ini, kaya akan informasi perjalanan. Jadi bagi orang asing seperti saya, mudah saja mengikutinya. Turun di Bath, saya berharap ada orang yang nasibnya sama, mau ke Bath University. Nah, ada. Calon mahasiswa juga, berasal dari India. Tidak masalah sampai ke Bath University, pendaftaran, dapat kamar. Masalah baru muncul. Bagaimana makannya?. Untung aku bawa roti dari hotel tadi. Tapi makan malam? Yah. Malam itu aku tidak makan. Roti hotel itu yang dihemat-hemat. Breakfast tidak masalah, disediakan oleh wisma. Masalahnya halal atau haram? Ya. Allah, selamatkan aku. Tiba-tiba aku bertemu mahasiswa dari Bangladesh.Assalamualaikum? Dia sudah menduga aku student islam dari Malaysia. Indonesia, jawabku. Dia menasehati,  hati-hati makan disini, tidak jelas halal haramnya. Lebih baik masak sendiri. Ada daging halal dekat islamic centre di sana? Bagaimana kalau kita join, masak bersama, sharingOk, jawabku.  Alhamdulillah, kataku dalam hati. Like attracts like. Begitulah atraksiku tersambut.

 

Kejadian Kedua.

Hari Raya Idul Fitri, di Bristol. Tidak ada tanda-tanda Hari Raya disini. Aku benar-benar rindu Indonesia. Di Student Union, ada pengumuman, Shalat Ied diadakan di Masjid X, Street Y, District Z. (X,Y,Z aku lupa).  Tergetar keinginanku untuk shalat Ied. Aku bertekad pergi ke Masjid yang aku tidak tahu persis alamatnya. Ikuti petunjuk, ke street Y district Z naik coach yang mana? Akhirnya dapat Informasi. Besoknya aku jalani petunjuk itu. Mudah, tidak ada masalah. Sudah turun dari bus, kemana ya, jalannya. Tidak tampak orang-orang yang berjalan menuju Masjid? Ya ialah, orang-orang naik mobil pribadi. Sayup-sayup terdengar takbir. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Alahu Akbar.  Sayup-sayup, tidak seperti di Indonesia, pakai pengeras suara dan berteriak lagi, seolah-olah Tuhan itu jauh (seloroh Gus Dur). Nah, atraksi Masjid menyambut atraksi kebingunganku. Bertemulah aku dengan Masjid. Betapa gembiranya bertemu saudara-saudara muslim, dari Malaysia, Brunei, India, Pakistan, Bangladesh, Sudan, Oman, Morocco, Kuwait. Selesai shalat aku dajak ke rumah mahasiswa Malaysia yang dekat Masjid. Makan sop kambing. Pulangnya diantar mahasiswa Malaysia yang alamatnya dekat dengan asramaku, student house. Mereka tinggal di guest house, bukan student house. Kelasnya beda. Aku Ekonomis, Mereka Bisnis. Suara takbir menyambut atraksiku.  Allahu Akbar, walillahil hamdLike attracts like.

 

Kejadian ketiga.

Aku ditugasi mengawal 6 orang siswa SMA, tim INA untuk IMO di Toronto, Canada. Naik pesawat dari Jakarta, transit di Hawaii, mendarat di Los Angeles. Transit lagi, pindah pesawat Canadian ke Toronto. Di Toronto pasti dijemput panitia. Aku merasa aman, tidak ada masalah. Ternyata, aku salah. Tidak boleh takabur. Di Los Angeles, karena pindah terminal, kami melewati custom (Imigrasi). Ditanyakan visanya. Tidak ada. Indonesia mengira kalau cuma transit tidak perlu visa. Kami ditahan. Dibawa ke kantor Imigrasi. Dengan bahasa Inggris terbata-bata, aku menjelaskan bahwa kami student Indonesia, peserta IMO di Toronto Canada. Diambilnya tiket kami. Passport dan ticket diperiksa. Tanpa banyak kata, kami dibawa dengan kendaraan airport ke terminal zone Amerika, dengan pengawalan petugas langsung ke tempat check in. Kami merasa Very Important Person.  Thank You, Sir. Atraksi kami mampir ke atraksi Tuan imigrasi. Like attracts like.

 

Kejadian Kempat, Kelima, dan Keenam yang Serupa.

Perjalanan Tim INA peserta IMO ke Moscow Russia, memang bermasalah dari awalnya. Pesawat Garuda yang akan membawa kami, di tengah malam itu, ada kerusakan. Tidak bisa berangkat. Kami dibawa ke hotel Horison di Ancol.  Pk 4.00 pagi harus siap diangkut ke terminal lagi. Jadi di hotel cuma menikmati kamar sebentar, tidak tidur, tapi dapat makan malam. Pagi itu pesawat berangkatlah ke Hong Kong. Transit 4 jam, jadinya 8 jam. Kerusakan teknis lagi. Berangkat lagi ke Abu Dhabi. Transit lagi, tapi diangkut ke hotel Le Meridien. Aku tercengang juga melihat orang bergamis, pesta musik di sudut hotel itu. Besoknya, kembali ke terminal, berangkat ke schippol Amsterdam. Transit dan ke hotel lagi. Berangkat lagi ke Moscow. Tiba di Moscow, bagasiku dan bagasi pak Andi Hakim tidak muncul-muncul juga di ban berjalan itu. Raib. Bagasi 6 anak dan satu Observer ada. Kami berdua yang diuji. Ya Allah, selamatkan kami.  Itulah atraksi kami berdua. Besoknya Bagasi itu muncul di hotel kami. Atraksi tersambut. Like attracts like.

 

Kejadian ini berulang lagi ketika aku membawa tim INA untuk IMSO di Kaohsiung Taiwan. Bagasi kami semua raib. Sehari itu dan besoknya aku memakai baju yang sama. Aku menghayal, seandainya baju ini ada side A dan side B, pasti hari ini kupakai side B,  kemarin sudah side A.  Dua hari kemudian bagasi itu muncul di hotel kami.

 

Di dalam negeri pun aku mengalami hal yang sama. Kami berdua memenuhi undangan Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Utara. Naik Pesawat Lion dari Jakarta ke Manado. Ganti Pesawat Merpati ke Ternate. Tiba di Ternate bagasiku raib. bagasi temanku ada. Ujian lagi. Di Ternate kami dijemput panitia untuk menyeberangi laut ke P. Halmahera 2 jam. Tiba di daratan Halmahera, masih naik Kijang lagi 4 jam ke Tobelo. Perjalanan yang melelahkan. Besoknya bagasiku muncul lagi di hotel. Like attracts like.

 

Perjalanan hidupku terasa indah.

Aku ingin meneladani Ibunda Isa Al Masih, Maryam a.s. Ketika Nabi Zakaria a.s terkejut melihat hidangan makanan di samping Maryam yang sedang berdoa di Mihrab,  beliau menanyakan, dari mana makanan itu?. Maryam menjawab: Hua min ‘indillah. Makanan itu dari sisi Allah.   QS Ali Imran:37

                                                                                                                          

Demikian pula Nabi Sulaiman a.s. ketika melihat, istana ratu Balqis sudah di depan matanya, sesuai dengan hasratnya, ia berkata: Hadza min fadhli Rabbi. Ini karunia dari Tuhanku.  QS An-Naml:40

 

Atas karunia Tuhan kepadaku, Akupun berkata: Hua min ‘indillah,  Hadza min fadhli Rabbi. Seketika itu juga nafasku tersendat, dadaku sesak, jantung berdebar, wajahku meregang dan air mataku menetes. Aku merasakan sejenis tangis yang tersendat, dari lubuk hati yang terdalam. Tanpa suara, hanya getar terasa.

 

Ini bukan tangis karena tidak nyaman seperti bayi yang baru dilahirkan. Ini bukan tangis karena sakit seperti anak yang terjatuh. Ini bukan tangis karena kecewa seperti anak yang tidak lulus UN. Ini bukan tangis karena sedih seperti anak yang bapak ibunya bercerai. Ini bukan tangis karena terharu, seperti baru saja bertemu kawan lama. Ini bukan tangis karena sangat berbahagia seperti Vania Larissa yang terpilih sebagai miss Indonesia 2013.

 

 Ini adalah tangis karena sentuhan Yang Maha Gaib. Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang. Subhanallah.

 

Tangis ini bukan kebalikan dari tawa. Tangis-tangis lain adalah kebalikan dari tawa. Tangis-tangis lain bisa di-sms-kan sebagaimana tawa bisa di-sms-kan. Aku sering terima sms yang dimulai dengan tawa: heheheeeeee. Maka kalau mau sms dimulai dengan tangis, tinggal balik saja: eeeeeeeeheheh. Tangisku tadi tidak bisa disampaikan kepada orang lain. Paling mungkin, titik-titik air mata yang terjatuh itu kulambangkan saja dengan titik-titik ……………………………………………………………………………………………………………………………….

 

 

D.    LAW OF ATTRACTION DALAM PENGHAYATAN SPIRITUAL ISLAMI

 

Alam Raya bergetar. Bagaimana Allah menyatakan ini dalam Al-Qur’an? Sungguh indah sekali. Bergetar dinyatakan bukan saja secara fisikal, tetapi juga hakikat dari getar itu, yaitu bertasbih. Alam Raya bertasbih kepada Allah swt yang telah menciptakannya.

 

QS Al-Isrraa:44

 

تسبح له السماوات السبع والأرض ومن فيهن وإن من شيء إلا يسبح بحمده ولكن لا تفقهون تسبيحهم إنه كان حليما غفورا

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

 

 

QS An-Nuur:41

 

ألم تر أن الله يسبح له من في السماوات والأرض والطير صافات كل قد علم صلاته وتسبيحه والله عليم بما يفعلون

 

Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) shalat dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

 

Bagaimana dengan manusia?

 Ketika Allah hendak menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi, malaikat telah berpraduga salah terhadap manusia, dan menyatakan bukankah kami telah bertasbih. Tetapi Allah merencanakan sesuatu, yang malaikat tidak ketahui.

 

QS Al-Baqarah:30

 

وإذ قال ربك للملائكة إني جاعل في الأرض خليفة قالوا أتجعل فيها من يفسد فيها ويسفك الدماء ونحن نسبح بحمدك ونقدس لك قال إني أعلم ما لا تعلمون

 

Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu, orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

 

Kalimat terakhir itu menunjukkan betapa spesialnya manusia. Ada maksud Tuhan yang malaikat tidak ketahui. Allah ingin menjadikan Manusia sebagai makhluk yang sebaik-baiknya.

 

QS At-Tin:4

 

لقد خلقنا الإنسان في أحسن تقويم

 

sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

 

Ilmu Pengetahuan telah mengungkap kebenaran ayat ini, dengan menemukan potensi manusia yang dapat melebihi malaikat. Antara lain adanya DNA yang membawa gen (data/informasi) yang menjadi sumber tumbuh kembangnya manusia. Tumbuh raganya, berkembang jiwanya. Salah satu perkembangan itu adalah daya pikir (Intelektual), daya rasa (emosional), daya kalbu (spiritual), dan daya gerak (kinestetik). Potensi manusia ini dikisahkan dalam Al-Qur’an. Adam diberitahukan tentang nama-nama (pengetahuan), Malaikat diminta menyebutkan nama-nama, malaikat tidak memilik pengetahuan, selain yang telah diajarkan-Nya. Adam diminta mengajarkan nama-nama itu kepada malaikat. QS Al-Baqarah:31-32.

 

وعلم آدم الأسماء كلها ثم عرضهم على الملائكة فقال أنبئوني بأسماء هؤلاء إن كنتم صادقين

قالوا سبحانك لا علم لنا إلا ما علمتنا إنك أنت العليم الحكيم

 

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!”

Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

 

Tetapi manusia juga berpotensi untuk seburuk-buruknya makhluk yang melebihi binatang.  Qur’an telah mengisyaratkan ini dalam ayat At-Tien:5-7 berikutnya.

 

ثم رددناه أسفل سافلين

 

Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),

 

Tentunya ada kriteria, mana yang sebaik-baiknya dan mana yang seburuk-buruknya. Sebaik-baiknya dinyatakan sebagai orang yang beiman dan beramal sholeh, sedangkan yang seburuk-buruknya diindikasikan sebagai yang mendustakan hari pembalasan.  Lanjutan ayat berikutnya menjelaskan hal itu.

 

إلا الذين آمنوا وعملوا الصالحات فلهم أجر غير ممنون

فما يكذبك بعد بالدين

أليس الله بأحكم الحاكمين

 

Gen manusia yang membawa informasi (sunnatullah), berdimensi kedalam dan keluar. Ke dalam memperkokoh dan memfungsikan raga, rasa, pikir dan hati. Ke luar, memancarkan hasil kerja 4 potensi itu,  memberi pengaruh kepada alam, antara lain menghasilkan peradaban, ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya. Jika hasil kerja 4 potensi itu baik, kebaikan memenuhi alam raya. Inilah fungsi manusia sebagai khalifah. Tetapi apabila hasil kerja 4 potensi itu buruk, maka terjadilah kerusakan dan pertumpahan darah di muka bumi, sebagaimana disinyalir oleh malaikat.

 

Aktivasi gen menyebabkan kita bergerak, bersemangat, berpikir, berkreasi, bersyukur. Hasil dari gerak, semangat, pikir, kreasi, dan syukur tadi memperkuat frekuensi getar otak  dan memancar keluar mengembara memberi pengaruh baik untuk diri kita maupun untuk orang lain atau alam. Pesan yang dikeluarkan itulah yang selama ini kita sebut attraksi.

 

Dalam konteks agama, aktivasi gen identik dengan niat. Niatlah yang menyebabkan kita bergerak, bersemangat, berpikir, berkreasi dan bersyukur. Semua itu menghasilkan atraksi (pesan, message). Aktivasi atraksi berdimensi dua. Pertama, secara horisontal, ia identik dengan dakwah (menyebarkan manfaat) kepada sesama. Kedua, secara vertikal, ia identik dengan zikir, dan doa kepada Allah. Ini semua keluar memberi pengaruh baik untuk diri kita maupun untuk orang lain atau alam raya.

 

Sejalan dengan alam Raya, manusia pun diperintahkan bertasbih. Ini juga dimaksudkan sebagai balikan dari keraguan malaikat, bahwa tidak hanya malaikat yang bertasbih.

 

QS Al-Hijr:98

 

فسبح بحمد ربك وكن من الساجدين

 

maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat),

 

Jika malaikat dan alam raya bertasbih dengan caranya yang tidak kita ketahui, maka tasbih manusia, banyak ragamnya antara lain bersyukur atas nikmat Allah, mengerjakan perintahnya, menjauhkan larangannya, meyakini hari pembalasan, meyakini rahmat ampunan-Nya.

 

Marilah selanjutnya kita hayati, betapa Tuhan memuliakan Manusia. Akan kita bahas dalam 5 mata rantai: 1) Cara Allah memberi nikmat; 2) Cara Allah memberi kewajiban; 3) Cara Allah memberikan rambu-rambu larangan; 4) Cara Allah memberikan ganjaran, 5) Cara Allah memberikan rahmat ampunan.

 

1)      Cara Allah memberi nikmat

Perhatikan ayat-ayat berikut sebagai sampel saja (banyak sekali ayatnya)

 

QS An-Nahl:18

 

وإن تعدوا نعمة الله لا تحصوها إن الله لغفور رحيم

 

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

QS An-Nahl:114

 

فكلوا مما رزقكم الله حلالا طيبا واشكروا نعمت الله إن كنتم إياه تعبدون

 

Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.

 

Perhatikanlah, nikmat Allah tak terhingga banyaknya. Namun ada rambu-rambu, ambillah yang  halal dan baik.

 

2)      Cara Allah memberikan kewajiban

Perhatikan ayat-ayat berikut sebagai sampel saja (banyak sekali ayatnya)

 

Syahadat

 

Sebelum lahir manusia sudah diajarkan bersahadat dengan firmannya pada QS Al-A’raaf: 172

 

وإذ أخذ ربك من بني آدم من ظهورهم ذريتهم وأشهدهم على أنفسهم ألست بربكم قالوا بلى شهدنا أن تقولوا يوم القيامة إنا كنا عن هذا غافلين

 

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

 

Sahadat pertama ini diberlakukan bagi semua manusia yang terlahir. Tetapi kemudian manusia mengingkarinya, seperti umat Nabi Nuh, Hud, Shalih, Luth, Suaib dan Musa. Allahpun membinasakan mereka. Kemudian mengutus lagi sampai Nabi Isya. Manusia durhaka lagi. Dijelaskan ada dua kategori durhaka: 1) durhaka yang dikutuk 2) durhaka karena sesat. Maka diutuslah Rasulullah Muhammad saw. Nabi dan Rasul terakhir sampai akhir zaman untuk meluruskan kembali yang durhaka terkutuk maupun durhaka sesat, kembali menempuh jalan yang lurus sirathal mustaqiim. Maka manusia diminta memperbaharui syahadat pertamanya dan menambahkan syahadat kedua, bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

 

Perhatikan, Sahadat adalah fitrahnya manusia. Implikasi dari sahadat adalah bertasbih dalam artian umum tadi.

 

Shalat.

 

QS Al-Ankabut:45

 

اتل ما أوحي إليك من الكتاب وأقم الصلاة إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون

 

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Puasa

 

QS Al-Baqarah:183

 

يا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون

 

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

 

Zakat

 

QS At-Taubah:103

 

خذ من أموالهم صدقة تطهرهم وتزكيهم بها وصل عليهم إن صلاتك سكن لهم والله سميع عليم

 

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

 

 

 

 

Hajji

 

QS AlHajj: 27-28

 

وأذن في الناس بالحج يأتوك رجالا وعلى كل ضامر يأتين من كل فج عميق

ليشهدوا منافع لهم ويذكروا اسم الله في أيام معلومات على ما رزقهم من بهيمة الأنعام فكلوا منها وأطعموا البائس الفقير

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.

 

Perhatikanlah semua perintah itu ada tujuannya, dan tujuannya untuk manusia itu juga.

 

Kita renungi lebih lanjut.

 

Syahadat.

 

Betapa dahsyatnya bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Masih ingat, bagaimana Nabi terancam oleh pedang si Kafir, Nyawamu di tanganku, siapa yang akan menolongmu? Nabi menjawab: Allah. Suara Nabi itu bagaikan halilintar menyambar telinga si Kafir itu.

 

Bilal disiksa dengan cambuk yang menghunjam tubuhnya. Bilal dengan kekuatan syahadatnya mengucapkan Ahad, Ahad, Ahad. Dicambuk lagi tak hentinya, (joke: mungkin si algojo itu mengartikan ahad =  sekali lagi). jeda sejenak, kemudian ia dibaringkan di pasir panas yang terbakar matahari gurun, masih ditindih lagi dengan batu besar, dicambuk lagi. Kekuatan syahadat Bilal menggetarkan bibirnya mengeluarkan  suara Ahad, Ahad, Ahad.  Atraksi (doa) Bilal memancar melayang ke kepala Abu Bakar yang tergerak mendatangi tempat itu, sambil berteriak: Umayah, aku beli budakmu, berapapun kau minta tebusannya.  Allahu Akbar, Bilal bebas merdeka, ditebus Abu Bakar. Bilal lulus ujian syahadat. Selanjutnya, Allah memberikan rahmat kepadanya dengan karunia suara yang powerful dan speed control yang bagus, sehingga Bilal diangkat Nabi sebagai muazzin tidak duanya di masjid Nabawi. Begitu cintanya Bilal kepada Nabi, -ini sahadat keduanya-, setelah Nabi wafat, Bilal tidak mau lagi menjadi muazzin. Ia tidak kuat menyuarakan Asyhadu anna Muhammadar rasulullah. Tangisnya tak tertahankan. Betapa dahsyatnya syahadatain bagi Bilal.

 

Kita melayang ke Surabaya. Beberapa pemuda naik ke atas balkon hotel Oranye, menurunkan bendera merah putih biru, merobek kain birunya, mengibarkan lagi merah putihnya. Pasukan Belanda geram, terjadi pertempuran sengit. Jendral Mallabay tertembak. Panglima tentera Belanda semakin geram. Mengeluarkan ultimatum, agar semua pemuda Surabaya menyerahkan senjata, kalau tidak, Surabaya akan dibumihanguskan. Tampillah Bung Tomo, dengan pekikan Allahu Akbar, melalui radio dan pengeras suara, membakar semangat arek-arek Suroboyo memenuhi panggilan jihad. Allahu Abar.Betapa dahsyat Allahu Akbar menyertai bambu runcing, mampu menggetarkan panglima tentera Belanda, sehingga ia segera mengajukan genjatan senjata. Atraksi Allahu Akbar Bung Tomo beserta arek-arek Suroboyo mengundang simpati Internasional.  Betapa dahsyatnya syahadat.

Bersyahadat, tentunya karena mengenal benar Allah swt. Allah swt memperkenalkan dirinya melalui wahyu, dengan sangat jelasnya.

 

QS Al-Ikhlas: 1-4

 

قل هو الله أحد

الله الصمد

لم يلد ولم يولد

ولم يكن له كفوا أحد

 

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,

dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”.  

 

Gamblang sekali. Ini adalah keistimewaan Nabi Muhammad saw dibandingkan Musa a.s dan Ibrahim a.s. Musa a.s sampai minta, agar Allah menampakkan diri-Nya. QS Al-A’raaf:143. Ibrahim a.s sampai menduga bintang sebagai Tuhan, kemudian kecewa, menduga bulan sebagai Tuhan, kecewa lagi, menduga matahari sebagai Tuhan, kecewa lagi dan akhirnya berlepas  diri dari kemusyrikan kaumnya. QS Al-An’aam: 76-78. Selanjutnya ayat 79 menjadi dasar agama tauhid bagi umat-umat setelah beliau.

 

إني وجهت وجهي للذي فطر السماوات والأرض حنيفا وما أنا من المشركين

 

Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.

 

Allah bukan  seperti yang diduga Yahudi bahwa Tuhan mempunyai anak bernama Uzair. Bukan pula seperti yang diduga Nasrani bahwa Tuhan mempunai anak bernama Al-Masih. QS At-Taubah : 30.

 

Sungguh, mengenal Allah dan bersaksi kepada-Nya adalah bagian dari fitrah. Siapa tidak mengenal, dan tidak bersaksi/bersyahadat kepada Allah, ia telah meninggalkan fitrah, dan tidak pantas disebut manusia. Inilah yang disinyalir:

 

ثم رددناه أسفل سافلين

 

Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),

 

Shalat.

 

Betapa indahnya Allah melalui Rasul-Nya mengajarkan waktu dan gerakan shalat. Ilmu pengetahuan telah mengungkap, bahwa waktu-waktu shalat adalah waktu-waktu pergantian jenis energi Alam Raya. Subuh, sesaat menjelang matahari terbit; Zuhr, matahari baru mulai condong dari titik kulminasinya; Asar, matahari telah meninggalkan pancaran cahaya teriknya; Maghrib, sesaat matahari baru saja tenggelam meninggalkan belahan bumi yang kita diami; Isya, saat tak tampak lagi pengaruh matahari. Pada saat-saat itu, energi alam baik sekali menyatu dengan energi manusia. Apalagi, jika pada saat-saat itu, kita menggerakkan tubuh kita: bertakbir, menyerap energi alam melalui tapak tangan yang terbuka; berdiri tegak meratakan energi alam ke seluruh struktur kerangka tubuh manusia; ruku’, meratakan energi itu ke tulang belakang; I’tidal, kembali meratakan energi ke seluruh struktur kerangka tubuh; sujud, mengalirkan energi melalui darah kita menuju jaringan otak sampai yang terdalam; duduk iftirasy, memperkuat tekanan pada paha dan betis; sujud lagi; duduk tasyahud akhir, ternyata menyentuh kelenjar prostat sehingga terhindar dari penumpukan hormon (kanker).    ( Saktiawan, 2007)

 

Puasa

 

Betapa indahnya pula, reaksi tubuh kita pada saat berpuasa. Memang energi fisik menjadi berkurang, tetapi energi (frekuensi gelombang) di otak menjadi lebih seimbang, lebih sering pada gelombang alpha yang menghasilkan kreativitas (munculnya ide, gagasan), atau tetha yang menghasilkan intuisi (ilham, kebaikan). Kreativitas dan intuisi ini sebaiknya direkam pada saat-saat berpuasa, untuk dijadikan karya pada saat gelombang betha di otak kita sudah kuat lagi (selepas ramadhan). Demikian juga emosi kita, pada saat berpuasa berada dalam keseimbangan fitrah kita, tidak mudah meluap marah, tidak juga melemah depresi.  Demikian juga hati kita menjadi bening fitrah, tidak mudah buruk sangka, iri dan dengki.

 

Zakat dab sedekah

 

Betapa indahnya perasaan yang muncul saat kita bersedekah. Karena si penerima memancarkan energi kegembiraannya, tersambung dengan energi Ilahi, memantul ke energi kita dan terseraplah rasa kebahagiaan pula. Betapa sejuknya.

 

Hajji.

 

Betapa pula indahnya hajji, khususnya tawaf di Ka’bah dan wukuf di  Arafah. Pada waktu tawaf, energi kita sejalan dengan energi alam raya, karena mengikuti arah putaran yang sama yakni berlawanan arah putaran jarum jam buatan manusia. Putaran jarum jam buatan manusia sebenarnya fenomena akibat, karena yang dilihatnya gerakan matahari yang seolah-olah mengelilingi bumi, searah putaran jam. Sama halnya, kita naik kereta ke Timur, kita lihat pohon-pohon itu berlarian  ke Barat. Itu fenomena akibat. Tertipu kita.  Semua benda langit mengelilingi induknya berlawanan arah putaran jarum jam. Begitulah tawaf sejalan dengan putaran makhluk ciptaan Allah. Selain itu, ada juga hukum gaya tarikan, bahwa berputar semakin mendekat dengan pusat putaran, semakin kuat tarikannya (centri petal), semakin menjauh dari pusat putaran semakin kuat tolakannya (centri fugal). Terasa benar,  jika kita mendekati Ka’bah, energi diri kita tersedot sampai menumbuhkan cinta yang mendalam, dada merasa sesak dan nafas tersendat, air mata bercucuran, tanpa suara, hanya getar terasa. Demikian juga, suasana wukuf di Arafah, jutaan manusia tanpa asesoris, dengan dua helai kain putih tak berjahit, semua sama, merasa dipanggil oleh Tuhannya, labbaik, Allahumma labbaik, Labbaika la syarika laka labbaik, Innal hamda, wanni’mata, laka wal mulk. La syarika lak. Semua menjadi tamu Allah. Semua merasa bertemu Allah, dan mengadukan kesalahannya, dan merengek mohon ampunannya. Disini, tangis tersendat lagi, bergetar lebih dahsyat lagi.

 

3)      Cara Allah memberikan rambu-rambu larangan.

 

Khamar dan Judi

 

QS Al-Baqarah:219

 

يسألونك عن الخمر والميسر قل فيهما إثم كبير ومنافع للناس وإثمهما أكبر من نفعهما ويسألونك ماذا ينفقون قل العفو كذلك يبين الله لكم الآيات لعلكم تتفكرون

 

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir,

 

Riba

 

QS Al-Baqarah:276

 

يمحق الله الربا ويربي الصدقات والله لا يحب كل كفار أثيم

 

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.

 

Zina

 

QS Al-Israa:32

 

ولا تقربوا الزنى إنه كان فاحشة وساء سبيلا

 

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.

 

Perhatikanlah semua larangan itu untuk kepentingan manusia, karena hal-hal tersebut berakibat buruk bagi manusia.

 

4). Cara Allah memberikan ganjaran

 

Surga

 

QS Al-Baqarah:25

 

وبشر الذين آمنوا وعملوا الصالحات أن لهم جنات تجري من تحتها الأنهار كلما رزقوا منها من ثمرة رزقا قالوا هذا الذي رزقنا من قبل وأتوا به متشابها ولهم فيها أزواج مطهرة وهم فيها خالدون

 

Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.

 

Neraka

 

QS An-Nisaa:56

 

إن الذين كفروا بآياتنا سوف نصليهم نارا كلما نضجت جلودهم بدلناهم جلودا غيرها ليذوقوا العذاب إن الله كان عزيزا حكيما

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

Perhatikanlah betapa nikmatnya surga dan betapa dahsyatnya siksa di neraka.

 

4)      Cara Allah memberi ampunan

 

QS Al-Imran:133

 

وسارعوا إلى مغفرة من ربكم وجنة عرضها السماوات والأرض أعدت للمتقين

 

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

 

QS Al Maidah:9.

 

وعد الله الذين آمنوا وعملوا الصالحات لهم مغفرة وأجر عظيم

 

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

 

QS Al-Hijr:56

 

قال ومن يقنط من رحمة ربه إلا الضآلون

 

Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat”.

 

Perhatikanlah perintah bersegera, dan jangan berputus asa. Allah Maha Pengampun.

 

Semua ayat-ayat Al-Qur’an menimbulkan getar yang dahsyat kalau kita menghayatinya.  Betapa tidak. Ketika ayat pertama turun kepada Nabi, seluruh tubuh Nabi bergetar, menggigil, pulang dari gua Hira sampai di rumahnya, ia minta diselimuti.  Hadist juga banyak menceritakan kondisi Nabi saat-saat Nabi menerima wahyu. Terkadang seperti beban berat, sehingga kuda yang ditungganginya meringkih dan merunduk. Terkadang seperti suara gemerincing yang bersahut-sahutan. Masih ingat kisah Umar yang gemetar sehabis marah, karena terbaca ayat Thaha dan kelanjutannya. 

 

Bagaimana kita? Marilah kita mencintai Al-Qur’an. Mari kita rajin membacanya, niscaya kita akan merasakan nikmatnya getaran ilahi merasuk ke tubuh kita. Kita berdialog dengan Tuhan. Huruf-huruf itu semua dari Tuhan, dan semuanya membawa berkah.

 

Keajaiban Al-Qur’an terbukti, tak terbantahkan. Kitab mana yang setebal itu dapat dihafal manusia. Di dunia ini banyak penghafal Al-Qur’an. Kitab mana yang tidak bisa diubah manusia. Al-Qur’an malahan menantang manusia untuk membuat satu surah saja, bahkan satu ayat saja yang setara menyerupai Al-Qur’an. Upaya menghilangkan satu kata, bahkan satu huruf saja, segera terbongkar kejahatan itu. Kitab mana yang cara membacanya satu aturan saja. Seragam untuk seluruh bangsa. Bagaimana setiap huruf keluar dari rongga mulut kita (makhraj: misal:  tsa ,   sin, syim, shaddibedakan membacanya, tidak boleh asal s saja); bagaimana aturan membacanya jika satu huruf bertemu huruf lain (izhar, ichfa, idgham), ada pula huruf yang dibunyikan dengan tambahan pantulan (iqlab, dibaca:iq(qe’) lab(be’)); bagaimana memanjangkan bacaan suatu kata (mad), ada satu ketukan (harakat), 2 ketukan, 4 ketukan, atau 6 ketukan.. Membaca العالمين     ‘aalamiiiin. tidak boleh ‘aaaalamin, atau ‘alaaaamin, apalagi ngalaaamin (serius, ini ada).

 

Kata tidak dipaksa nada. Kata yang memaksa nada. Tidak rumit seperti rumitnya nada solmisasi dimana kata dipaksa nada.  Kata ‘cinta’ dipaksa nada: Terkadang ciiiinta, terkadang cintaaaa. Terkadang cinta ta ta ta, terkadang cicinta .(ada ada saja).

 

Satu hal lagi yang membuat getar kita menguat, yaitu apabila kita berterima kasih kepada yang mengajarkan ayat-ayat Allah tersebut, Rasulullah saw. Rasulullah sendiri sangat menginginkan umatnya selamat dalam perjalanan hidup di dunia ini, yang hakekatnya adalah bertasbih tadi, untuk kembali bertemu Allah di surga.

 

Allah menyatakan hal itu dalam firmannya

 

QSAt-Taubah:128

 

لقد جاءكم رسول من أنفسكم عزيز عليه ما عنتم حريص عليكم بالمؤمنين رؤوف رحيم

 

Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.

 

Rasulullah juga sempat memohonkan 3 hal mengenai ummatnya, ketika shalat di Madinah. Dua permohonan dikabulkan, satu permohonan tidak dikabulkan.

 

Aku memohon tiga hal kepada Tuhanku, kemudian mengabulkanku dua hal, dan menolak yang satu. Aku memohon kepada Tuhan agar tidak membinasakan umatku dalam satu masa, maka Allah swt mengabulkannya. Dan aku memohon agar tidak membinasakan umatku dalam keadaan tenggelam, maka Allah swt mengabulkannya. Dan aku memohon agar tidak menimbulkan perang saudara di antara mereka, maka Allah swt menolak permintaanku yang terakhir ini. (HR Muslim. Hadits sahih)

 

Bagaimana suasana batin Nabi dalam mengkhawatirkan umatnya, dapat kita rasakan.  Beliau terbayang umat Nabi Luth, Hud, Shalih, Suaib yang dibinasakan, masing-masing dalam satu masa. Terbayang juga umat Nabi Nuh dan Musa, yang ditenggelamkan, masing-masing dalam satu masa. Ketika Nabi menerima wahyu itu, Nabi seperti menyaksikan dengan sesungguhnya kejadian itu. Maka beliau sangat khawatir umatnya seperti itu. Beliau juga melihat kemungkinan ke depan, umatnya akan terpecah belah, dan perang saudara, maka beliau pun memohon kepada Tuhan. Tetapi Tuhan menolak permintaan yang satu ini.       Saat ini kita sedang menyaksikan perang saudara sesama muslim.

 

Sampai menjelang ajal, Rasulullah masih menghawatirkan ummatnya. Kita kutip saja, ungkapan rasulullah saat sakratul maut.

 

Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tetapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam”. Kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya kepada Fatimah, “siapakah itu wahai anakku?”  “Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru kali ini aku melihatnya”.tutur Fatimah lembut.

 

Lalu Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak dikenang.  “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikat maut”. Kata Rasulullah saw. Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.

 

 Malaikat maut datang menghampiri, tetapi Rasulullah saw menanyakan penyebab Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian, dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut roh kekasih Allah dan penghulu dunia itu. “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?. Tanya Rasulullah saw dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu, Semua surga  terbuka lebar menanti kedatanganmu” kata Jibril. Namun itu ternyata tidak membuat Rasulullah saw lega, matanya masih penuh kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” Tanya Jibril. “Katakan kepadaku, bagaimana nasib ummatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasulullah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku. Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali ummat Muhammad telah berada di dalamnya” kata Jibril.

 

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan roh Rasulullah ditarik. Tampak seluruh tubuh Rasulullah saw bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakratul maut itu”. Perlahan Rasulullah mengaduh, Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam, dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku hingga kau palingkan wajahmu, Jibril?” Tanya Rasulullah saw kepada malaikat pembawa wahyu itu. “Siapakah yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal?” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah saw mengaduh karena sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan kepada ummatku”  Badan Rasulullah saw mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan-akan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya, “ushikum bisshalati, wama malakat aimanukum. –peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di anataramu. Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya. Dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah saw yang mulai kebiruan. “ummati, ummati, ummati”, -ummatku, ummatku, ummatku.

 

Berakhirlah hidup manusia mulia yang menjadi panutan seluruh isi semesta alam ini, bergetarlah hati manusia yang mendengarnya. Kini mampukah kita mencintai seperti beliau mencintai kita?Allahumma shalli ‘ala Muhammad waalihi wasahbihi wasallim. Betapa cintanya Rasulullah saw kepada kita. (Sudarmojo, A.H. 2013)

 

Bagaimana sikap kita, menyambut atraksi cinta Rasulullah kepada kita?  Allah mengajarkan melalui wahyunya:

 

QS Al-Ahzab:56

 

إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما

 

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

 

Perhatikanlah, perintah bershalawat kepada Nabi, didahului dengan teladan. Allah bershalawat dalam arti memuliakan Nabi. Malaikat bershalawat dalam arti menghormati Nabi. Maka kita diperintahkannya bershalawat, mencintai Nabi sebagaimana Beliau mencintai kita. Dan apa efek shalawat ini? Ternyata bukan untuk Nabi, tetapi untuk kita juga, agar nanti di hari perhitungan kita mendapat syafaat dari Rasulullah saw. Bukan itu saja. Jika kita sering bershalawat Nabi, hati ini terasa hidup bersama Nabi. Dan atraksi Nabi selalu menyertai atraksi kita, dan insya Allah demand kita tercukupkan.  Bertambah lagi arti atraksi: zikir, doa dan shalawat.

 

Demikianlah getar ayat-ayat firman Allah dan sabda-sabda Rasulullah, telah membangkitkan getar seluruh jiwa raga kita, terasa ada siraman kasih sayang dari pencipta kita dan sentuhan cinta dari panutan kita. Terasa sesak dada ini, nafaspun tersendat, kembali tangis dari lubuk hati terdalam menggetarkan tubuh ini. Like attracks like.

 

E.     AKTIVASI LAW OF ATTRACTION

 

Pada bagian ini, saya ingin menghimpun konsep-konsep yang berserakan, di dalam suatu peta konsep. Peta Konsep ini dimaknakan dalam dua dimensi: jasmaniah dan ruhaniah.

 

Pada ranah jasmaniah;

 

 

 

 

Pada ranah ruhaniah

 

Secara deskriptif, dapat dijelaskan sebagai berikut.

 

Tubuh kita terdiri dari milyaran sel. Setiap sel memiliki inti sel (nucleus). Dalam inti sel ada DNA (Deoxiribo Nucleic Acid). DNA membawa gen yang memuat bermilyar data (informasi), yang sebagian nyala (ON), dan sebagian besar tidur (OFF). Dapat dilustrasikan sebagai buku-buku di perustakaan. Ada buku yang sering dibuka, dibaca. Ada yang  sekali-kali dibaca. Ada yang jarang sekali dibaca. Gen yang tidur dapat bangkit (ON) oleh rangsangan kimia tertentu. Membangkitkan gen tertidur itulah yang disebut aktivasi gen. Aktivasi gen membangkitkan fungsi raga maupun jiwa. Raga menjadi sehat, bugar, bergetar dan bergerak, menghasilkan daya pancar (sinyal) . Jiwa menjadi berfungsi potensi: daya pikir, daya rasa dan daya kalbu, yang menghasilkan pikiran, perasaan dan penghayatan. Pikiran, perasaan, penghayatan oleh getaran sinyal tadi  keluar melayang-layang menjadi atraksi. Atraksi itu dapat bertemu dengan atraksi dari luar, karena ada hukum sunatullah, atraksi yang frekuensi getarnya sama, akan saling tarik menarik (law of attraction). Agar terjadi pertemuan, atraksi ini  dapat diperkuat dengan 3 langkah: kuatkan keinginan, kuatkan getaran, dan izinkan (yakini) yang diinginkan itu (demand) datang. Inilah yang dimaksudkan dengan aktivasi atraksi.

 

Para ahli telah mengembangkan berbagai cara untuk mengaktivasi atraksi itu, kebanyakan untuk tujuan duniawi: harta, tahta, cinta. Bagaimana supaya cepat kaya, bagaimana supaya dapat jabatan, bagaimana supaya dapat meraih cintanya. Hal ini baik-baik saja, asal dijalankan dengan cara yang halal dan baik. Dalam perjalanan hidupku, tak kusadari aku mengeluarkan atraksi untuk mendapatkan harta dengan bekerja, mendapatkan jabatan sebagai guru, instruktur, pengawas dan pembina siswa olimpiade, mendapat istri, sebagai pendamping hidup dunia akhirat, dan teman wanita lain tempat memadu keseimbangan: thinking vs feeling, judging vs perceiving, sensing vs intuition, extrovert vs introvert. Wanita lain yang memberikan inspirasi, berbagi ide, dan berbagi karya. Hal ini menjadi tidak baik, kalau cara mendapatkannya dengan cara tidak halal dan tidak baik, seperti korupsi harta, menyuap jabatan, dan memperdaya cinta. Aku mengartikan ‘cinta’ disini sebagai simbolik relasi sesama manusia (human relatian), harta sebagai segenap benda (things), dan tahta sebagai jabatan (position). (jadi, pikiranku tidak ngeres, kan?).

 

Ttba-tiba tergerak niat, mengapa tidak diaktivasi atraksi itu untuk tujuan ruhaniah. Aku memadankan aktivasi gen dengan niat, aktivasi atraksi dengan zikir dan doa kepada Allah swt dan shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Marilah kita sempurnakan niat kita, sehingga konsentrasi raga kita menghasilkan getar dan gerakan yang khusyuk, konsentrasi jiwa kita menghasilkan tafakkur, tadabbur, syahdu, dan taqarub kepada Allah swt. Semua itu kita tuangkan berbentuk zikir, doa dan shalawat. Biarkan, ikhlaskan, pasrahkan, istiqamahkan,  zikir, doa, dan shalawat itu mencari keridhoan Allah dan yakini (berbaik sangka, tawakal) bahwa ridho Allah pasti datang. Apalagi telah dinyatakan dalam AL-Qur’an bahwa  rezeki itu akan datang dari sumber yang tak terduga, dan Allah pula yang memanggil-manggil hambanya masuk ke surga-Nya, seperti pada dua ayat ini.

 

QS At-Thalaq:3

 

ويرزقه من حيث لا يحتسب ومن يتوكل على الله فهو حسبه إن الله بالغ أمره قد جعل الله لكل شيء قدرا

 

Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

 

QS Al-Fajr:27-30

 

يا أيتها النفس المطمئنة

ارجعي إلى ربك راضية مرضية

فادخلي في عبادي

وادخلي جنتي

 

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha  lagi diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku,dan masuklah ke dalam surga-Ku.  

 

Subhanallah, walhamdulillah, wa la ilaha illa Allah. Wa Allahu Akbar.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad, kama shallaita ‘ala Ibrahim, wa ‘ala ali Ibrahim. Wa barrik ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad kama barakta ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali ibrahim. Fil ‘alamina innaka hamidum majiid.

 

Epilog

 

“Bagaimana kalau kita adakan temu kangen” Itu kata terakhir dalam prolog ini.

Sudah sebulan berlalu. Tak kunjung terlaksana niat itu.

Aku punya gagasan mengapa kita tidak bertemu saja di dunia maya. Pakai e-mail.

 Kita bisa berbagi pengalaman hidup dan pengalaman spiritual.

Dan aku menggerakkan jari jemariku di keyboard ini, dan inilah hasilnya.

Semoga getarku membangkitkan getar sahabatku, kita berbagi atraksi,

saling kangen dan saling ketemu di dunia maya.

Aku tutup laptopku.

Seketika itu juga nafasku tersendat, dadaku sesak, jantung berdebar,

wajahku meregang dan air mataku menetes. Aku merasakan sejenis tangis yang tersendat, dari lubuk hati yang terdalam. Tanpa suara, hanya getar terasa.

Ini adalah tangis karena sentuhan Yang Maha Gaib.

Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang. Subhanallah.

eeeeeeeeeeehehehelosdammahum.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Agustian, A.G., (2002), ESQ. Mengembangkan Kecerdasan Emosional Spiritual, Jakarta: Arga.

Al-Jahiz, A.U., (2002), Desain Ilahi. Jakarta: Serambi.

Al-Khatib, Musa, (2010),  Ketika Alam Bertasbih, Solo: Kiswah

Armstrong, T. (2005), 7 Kinds of Smarts, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Departemen Agama RI, (2010), Al-Qur’an Tafsir Per Kata Tajwid Kode Angka, Al-Hidayah,Jakarta: Kalim

 

Hawking, S., (2012),  Grand Design, Jakarta: Kompas Gramedia

___________(2013), A Brief History of Time, Jakarta: Kompas Gramedia

Murakami, K., (2008), The Divine Message of The DNA, Jakarta:  Mizan

____________ (2013), Misteri DNA, Jakarta: Kompas Gramedia.

Muthahari, Murtadha, (1999),  Fitrah. Jakarta: Penerbit Lentera,

 

_________________, (2001), Manusia dan Takdirnya. Bandung: Penerbit Muthahhari.

Nurrahman, W., (2009), Menguak Misteri Kecerdasan Manusia, Yogyakarta: Piss Publishing

Poniman, F., Nugroho, I., Azzaini, J. (2010), DNA Sukses Mulia, Jakarta: Kompass Gramedia

Rusdi (2013), 7 Kejaiban Tubuh, yang Membuat Anda Melebihi Malaikat, Jakarta: Diva

Saktiawan, Lukman Hakim, (2007), Keajaiban Shalat Menurut Ilmu Kesehatan Cina, Bandung: Mizania

Sentanu, E. (2008), Kuantum Ikhlas, Jakarta: Elex Komputindo

Shihab, M.Quraish, (2012), Al-Lubab, Jakarta: Lentera Hati

Sudarmojo, Agus H. (2013), DNA Muhammad, Yogyakarta: Bunyan

Uwaidah, Kamil, (2008),  Hadist Qudsi, Jakarta: Pena Pundi Aksara

 

 

 

 

 

 

Menyongsong Ramadhan 1432 H.

Sejak pertengahan Sya’ban, suasana Ramadhan benar-benar telah terasa. Terasa kegairahan beribadah, terasa semarak syi’arnya, terasa keberkahnnya. Inikah suatu pertanda bulan yg suci? Bila mengambil referensi kesucian Ramadhan itu dengan Surga, pantaslah kalau selubang jarum saja wanginya Surga masuk ke dunia, niscaya dunia ini merasakan wanginya bau Surga.

Demikianlah Bulan suci Ramadhan, sehingga pantas bila Rasulullah bersama para sahabat beliau telah mempersiapkan dan menyongsong bulan suci Ramdhan sejak bulan Rajab, karena beliau telah mencium wanginya bulan suci Ramadhan dan beliaupun berdo’a : ” Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami di bulan Ramadhan”, disamping itu beliaupun melakukan persiapan dengan berbagai macam persiapan diantaranya adalah perbanyak istighfar, perbanyak sedekah dan di bulan syaban perbanyak puasa.

Dan yang lebih menarik lagi adalah bahwa beliau pernah bersabda bahwa bila ummatku tau keistimewaan bulan suci Ramadhan niscaya mereka menginginkan atau meminta kepada Allah untuk seluruh bulan adalah bulan Ramadhan.

Marhaban ya Ramadhan …aku datang menyongsongmu….bulan yang penuh ampunan, kasih sayang dan keberkahan bagi ummat Manusia.

NLP., PISAU BERMATA DUA

NLP (Neuro Linguistic Progrmming) adalah seperangkat ilmu yang bekerja di area Emosi berdasarkan memori seseorang. Oleh karenanya Ilmu ini dapat dimanfaatkan untuk mengelola Emosi berdasarkan sumber-sumber yag tersimpan di dalam memori seseorang.
Penerapannya bisa beruapa Theraphy dan juga Pemberdayaan diri.

Theraphy NLP.
Kita bisa melakukan Theraphy dengan teknik-teknik yang diajarkan di NLP, yaitu dengan mengelola Memori Emosi Negatif yg tersimpan di masa lalu. Misalnya : Trauma; Stress; Phobia; Kecewamarah; Rasa Malas.
dll
. Hal-hal tersebut dapat dihilangkan bila kita mau mengelola Emosi-emosi tersebut dengan menggunakan Teknik-teknik yang di ajarka di NLP.

Pemberdayaan diri.
Demikian halnya dengan Emosi Positif yang muncul untuk meraih kesuksesan dimasa yang akan datang, hal ini dapat dikelola bila kita menyimpan sumber-sumber emosi positif tersebut di dalam memori seseorang
Misalnya : Ingin Menjadi orang yang sangat percaya diri; Ingin Pandai Pidato didepan umum; Ingin Memiliki tubuh yang langsing; Ingin memiliki Usaha yang Sukses; Ingin Lulus dalam Ujian atau Test.dll

Inilah yang dikatakan bahwa NLP memiliki dua fungsi yang sama manfaatnya seperti  pisau.bermata dua

Satu hal yang perlu diingat, terutama bagi para aktivis da’wah, bahwa NLP hanya bermain di wilayah Emosi tidak bermain di wilayah Spiritual ( Agama ), sehingga NLP sepi dari hal-hal yg bersifat syara’ atau khilafiayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *