MA  SYAA   ALLAH:

MEREKA BERPASANGAN DAN SALING BERBALAS  KESEIMBANGAN

MUHAMMAD SOLEH, 17 RAMADHAN 1436 H

Pengantar

Bulan Ramadhan dan Al-Qur’an adalah dua karunia Ilahi yang bersenyawa, saling melekat dan menyinari keberkahan bagi Manusia. Saling melekat, faktanya, dalam bulan Ramadhanlah, Qur’an diturunkan; dan dalam Al-Qur’anlah Shaum di bulan Ramadhan diperintahkan. Keberkahan bagi Manusia, yakni, Ramadhan dengan perintah Shaum, mendekatkan manusia pada penciptanya melalui sarana jiwa raga, sehingga terasa rahmat Allah menyertainya. Al-Qur’an dengan perintah Iqro’, mendekatkan manusia pada penciptanya melalui sarana ayat-ayat Kauniyah dan ayat-ayat Qauliyah dari Allah swt, sehingga terasa cahaya  ilmu Allah mengantarkan ma’rifatullah.

Dalam kenikmatan berpuasa, dan asyiknya membaca ayat-ayat Kauniayah dan Qauliyah Allah swt, aku tergugah sampai terucap: Ma Syaa Allah, sebagai ungkapan kekagumanku atas kehendak Allah.  Dari ayat-ayat Kauniyah maupun Qauliyah, terekam bahwa Allah swt mencipta makhluknya berpasang-pasangan dan harmoni dalam keseimbangan. Dalam renungan itu, terucap pula Subhanallah, karena tidak ada yang sia-sia dari ciptaan-Nya itu. Terucap pula Alhamdulillah, begitu sempurnanya ciptaan itu, tiada terbandingkan oleh apapun, dan Allahu Akbar, sungguh tidak ada yang melebihi kebesaran-Nya. Dan aku pun bersaksi: Tidak ada ilah yang patut disembah, kecuali Allah.  Terima kasih pula kepada utusan Allah. Rasulullah, yang kepadanya diturunkan perintah Iqra’ untuk disampaikan kepada seluruh manusia, aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah. Allahumma shalli ‘ala Muhammad, wa’ala ali Muhammad.

  1. PENDAHULUAN

Judul tulisan ini sengaja aku buat sensasional, dengan menggunakan kata-kata mereka, berpasangan dan berbalas keseimbangan. Manakala mereka diartikan sebagai  muda-mudi, berpasangan diartikan  pacaran dan berbalas keseimbangan diartikan mesra, dan ini dilakukan pada saat-saat ngabuburit, atau sahur on the road, itu menodai sucinya bulan Ramadhan. Kalau itu yang terjadi, jangan ucapkan Ma Syaa Allah, tetapi ucapkan Subhanallah. Bukan itu maksudku.  Aku akan mengartikan mereka sebagai makhluk ciptaan Tuhan, karena aku  dan anda sedang berbicara dengan DIA sang pencipta.  Kita   membicarakan mereka, sambil berzikir kepada-Nya.

Terlebih dahulu aku mengutip pengertian pasangan dan keseimbangan dari bahasa matematika. Matematika cenderung hanya membahas pasangan berurutan yang dilambangkan dengan (a,b). (a,b) diartikan bahwa a berelasi (ada hubungan) dengan b dimana a anggota sekelompok objek yang disebut domain, dan b anggota dari sekelompok objek lainnya yang disebut Kodomain.  Secara visual dinyatakan dengan diagram panah sebagai berikut:

a
b

Domain              Kodomain      pasangan berurutan

     (a,b)

 

Relasi (hubungan)  dalam matematika beragam  sebagai berikut.

  1. Relasi one to one
  2. Relasi one to many
  3. Relasi many to many
  4. Relasi many to one

Diagramnya sebagai berikut.

a
b
a
b
a
b
a
b
a
b

 

 

 

 

 

 

 

 

Contoh one to one adalah setiap orang dengan jodohnya (tanpa  poligami).

Contoh one to many adalah matahari dengan planet-planetnya.

Contoh many to many adalah group facebooker.

Contoh many to one adalah makhluk kepada Khaliknya.

Pengertian-pengertian ini akan kita aplikasikan pada ayat-ayat Kauniah, insya Allah.

Mengenai pengertian keseimbangan, matematika memiliki tiga konsep keseimbangan yakni ekuivalen, kesetaraan dan proporsional.  Ketiga konsep ini juga mengacu pada dua kelompok objek.  Ekuivalen hanya menyatakan ada kesamaan kuantitas (banyak anggota) dari kumpulan objek yang satu terhadap kumpulan objek yang lain.  Contoh himpunan ekuivalen adalah himpunan  jari tangan ekuivalen dengan himpunan jari kaki.  Kesetaraan menyatakan ada kesamaan ukuran (besaran) antara kumpulan objek yang satu dengan kumpulan objek yang lain. Dalam matematika disebut kesamaan. Contoh kesetaraan adalah: benda yang dimasukkan ke dalam bak air penuh, mendapat gaya angkat sama dengan  berat  air yang tumpah akibat  dari kejadian itu. Proporsional menyatakan adanya kesenilaian perbandingan antara 2 besaran pada kumpulan objek pertama dan 2 besaran pada kumpulan objek kedua. Contoh proporsional adalah perbandingan jarak dari dahi ke hidung  dan dari hidung ke dagu senilai dengan perbandingan jarak dari hidung ke dagu dan dari mulut ke dagu . Pengertian-pengertian ini akan kita aplikasikan pada ayat-ayat Kauniah, insya Allah .

Kemudian aku kutipkan tafsiran ayat Iqro’ sebagai perintah Allah swt kepada manusia untuk membaca, dari Prof. Akhmaloka, Ph.D, Rektor Institut Teknologi Bandung (2011).

 

 

Dikutip dari pidato Isra’ Miraj acara kenegaraan di Istana Negara tahun 2011

 

  1. MANUSIA: IMAN DAN ILMU

 

Membaca tulisan Prof. Akhmaloka tersebut, aku menangkap bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan pembekalan  Iman dan  Ilmu.  Qur’an menyatakan ini dalam QS Al A’raaf:172 tentang iman, dan QS Al Baqarah: 31 tentang Ilmu. Akhirnya QS Al ‘Alaq:1  Allah swt menyatakan keduanya, dalam satu ayat.

 

QS Al A’raaf:127 (Iman)

وإذ أخذ ربك من بني آدم من ظهورهم ذريتهم وأشهدهم على أنفسهم ألست بربكم قالوا بلى شهدنا أن تقولوا يوم القيامة إنا كنا عن هذا غافلين

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,

 

QS Al Baqarah:31 (Ilmu)

وعلم آدم الأسماء كلها ثم عرضهم على الملائكة فقال أنبئوني بأسماء هؤلاء إن كنتم صادقين

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!”

 

QS Al’Alaq:1 (ilmu dan Iman)

اقرأ باسم ربك الذي خلق

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

 

Jelas tersurat  perintah membaca, dan tersirat bahwa yang dibaca adalah tanda-tanda (ayat) baik  Alam maupun Firman.  Ini adalah unsur Ilmu.  Tersurat  pernyataan bahwa Tuhan lah pemelihara dan pencipta  Alam.  Ini adalah unsur Iman.  Dua hal ini harus satu padu.  Ilmu saja tanpa Iman, melahirkan kerusakan di muka Bumi.  Ini telah terbukti dalam  sejarah, bahwa pada awalnya manusia merasa  inferior atas alam, karena takut menyaksikan dahsyatnya amarah alam (bencana).              Hal ini melahirkan mitos (tahayul) yang mendewakan alam.      Pada perkembangan selanjutnya, manusia berbalik merasa superior atas alam, dan merendahkan alam,  sehingga  alam sebagai objek dieksplorasi sekehendaknya, sampai pada akhirnya manusia dikuasai egonya sehingga terjadilah pemilikan yang serakah, berebutan dan pertumpahan darah.

Iman saja tanpa Ilmu, mengingkari iman itu sendiri, karena kalau kita beriman, kita harus patuh pada perintah-Nya, dan perintah-Nya adalah membaca.  Allah swt meninggikan derajat orang-orang yang berilmu dan beriman. Dengan ayat ini Allah ingin menegaskan kepada manusia, silakan eksplorasi alam, manfaatkan alam, tetapi pelihara dan lestarikan alam sebagai wujud syukurmu kepada-Ku.  Inilah yang dikehendaki Allah dalam sebutan manusia sebagai Khalifah fil Ardh.

Sesungguhnya, Al-Qur’an hanya menyiratkan isyarat-isyarat atau perumpamaan-perumpamaan, yang harus digali hakikatnya oleh manusia.

QS Al-Ankabut:43

وتلك الأمثال نضربها للناس وما يعقلها إلا العالمون

Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.

QS Al-Ankabut:49

بل هو آيات بينات في صدور الذين أوتوا العلم وما يجحد بآياتنا إلا الظالمون

 

Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang dzalim.

Setelah penegasan bahwa Allah memelihara dan menciptakan alam, ditegaskan pula bahwa Allahlah yang menciptakan manusia.

خلق الإنسان من علق

Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

Ini  merupakan peringatan bagi manusia, bahwa manusia tidak boleh sombong dengan ilmunya, seperti yang terjadi dalam sejarah.  Bahkan manusia dianjurkan untuk mengeksplorasi apa yang  ada pada tubuhnya (anatomi, fisiologi, bahkan psikologi).

 

QS Adz-Dzariyaat:20-21

وفي الأرض آيات للموقنين وفي أنفسكم أفلا تبصرون

Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin,dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?

Setelah ilmu mengeksplorasi tubuh manusia, ternyata bahan dasarnya sangat berbeda dengan alam tak hidup (abiota).  Kalau alam dibangun atas unsur atom, maka manusia (termasuk makhluk hidup lainnya = biota) dibangun atas unsur sel yang dapat membelah diri sehingga mengalami pertumbuhan dan pengembangan.  Ayat selanjutnya menyatakan,

اقرأ وربك الأكرم

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia,

Perintah iqro’ yang kedua ini menegaskan bahwa hasil bacaan itu (Science) akan menampakkan wajah Allah yang Mulia.   Jadi fungsi Science bukan sekedar untuk menghapus mitos, bukan untuk pengembangan science itu sendiri (sering ilmuwan tergelincir menurutkan penasarannya untuk meneliti terus (demi ilmu), tanpa kemanusiaan, misalnya masalah kloning  yang hendak  dicobakan pada manusia). Bukan juga untuk memenuhi kebutuhan manusia yang melampaui batas. Tetapi Allah menegaskan hasil bacaan itu haruslah menumbuhkan ma’rifat/mengenal Allah.

Selain itu manusia juga tidak boleh sombong bahwa dialah yang hebat dapat menemukan ilmu.  Allah swt mengingatkan bahwa manusia dibekali dengan pena, diajarkan dan dipahamkan.

الذي علم بالقلم علم الإنسان ما لم يعلم

Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Pena itu ada dalam fisiologi manusia yaitu pendengaran, penglihatan dan Lubb (hati). Allah seakan memerintahkan:  gunakalah pendengaranmu, penglihatanmu dan hatimu. Pendengaran dan penglihatan adalah indera penangkap fakta, sedangkan hati adalah sarana pemaknaan fakta yang selanjutnya menjadi pemahaman ilmu.  Jadi sampai pemahamanpun sepenuhnya peran Allah swt. Jadi apa yang patut disombongkan manusia?  Tidak ada.  Sombong itu adalah perangai Iblis yang tidak mau sujud kepada Adam.  Oleh karena itu kita dianjurkan berdoa: Rabbi zidni ilman, warzuqni fahman. Tuhanku, tambahkan ilmuku, dan rezekikan aku dengan pemahaman.

Suatu pembelajaran juga bagi pendidik: jangan cepat memaksa murid, jangan juga merekayasa otak (trik, drill). Bukan otak yang berperan, otak hanya berfungsi menyaring fakta untuk didistribusikan ke sel-sel yang relevan (DNA), hasil olahan sel itu dikirim ke otak kembali, dan otak mengirimkannya ke hati. Hatilah yang menentukan paham atau tidak. Dan, Ingatlah, Hati itu cahaya Ilahi. Karena itu, jika tidak ada dosa, ia jernih dan mudah memahami, jika ada dosa, ia keruh dan sulit memahami.   Maka didiklah anak-anak kita dengan hati, taburkan kasih sayang, mulai dengan Bismillah, tanamkan  etika, khusuk pada kebenaran, fungsikan penglihatan, pendengaran, otak, rasa, raga, dan hati, dan bersyukurlah dengan Alhamdulillah.

 

  1. ALAM SEMESTA

Ilmuwan  telah bersepakat  bahwa alam semesta  pada awalnya terjadi dengan suatu ledakan besar (BIG BANG). Dimulai dengan satu titik yang memiliki volum nol dan kepadatan sangat tinggi sehingga energi potensialnya menyebabkan titik itu mengembang sebagai bola asap  pekat panas (Nebula). Ini kejadian primer. Pada Nebula itu kemudian terjadi pemisahan (kejadian sekunder), sehingga membentuk gumpalan-gumpalan (Galaksi) dan membuat jarak antar gumpalan (plasma). Plasma ini  berisi elektron-elektron (-),  ion-ion (+) dan energi gelap. (Al-Qur’an menyebutnya wa ma bainahuma). Pada masing-masing  galaksi terjadi lagi hal yang sama (pemisahan) membentuk gumpalan-gumpalan yang berjarak (Bintang). Pada masing-masing bintang terjadi lagi hal yang sama (pemisahan) membentuk gumpalan-gumpalan yang mulai mendingin padat yang berjarak (Planet) dan masing-masing planet memisahkan  lagi gumpalan yang tidak menyala lagi yang berjarak (Satelit).  Ilmuwan juga bersepakat bahwa proses mengembang itu masih terus berlangsung, sehingga bintang-bintang, galaksi-galaksi  bergerak saling menjauh. Ilmuwan mengibaratkan proses ini seperti balon yang ditiup terus menerus mengembang, sehingga noktah-noktah pada balon makin saling menjauh. Dalam proses pengembangan itu, setiap benda langit itu berputar (rotasi) dan beredar (revolusi) berlawanan arah jarum jam (seperti tawaf) mengelilingi induknya. Satelit beredar mengelilingi Planet, Planet beredar mengeliling Bintang, Bintang beredar mengelilingi pusat Galaksi, Galaksi beredar terbawa Nebula. Suatu saat pengembangan itu akan maksimal dan menyusut kembali. Terakhir ditemukan bahwa ada Bintang yang kehabisan bahan bakar (Hidrogen dan Helium), ia menyusut, tetapi potensialnya masih tinggi, sehingga ia menarik semua partikel yang mendekatinya, sampai gelombang cahayapun diserapnya, sehingga Bintang sekarat ini menjadi gelap hitam, dan tampak seperti lubang hitam (Black Hole). Teori terakhir mengklaim bahwa Black Hole ini menjadi media untuk menengok luar semesta, dan disinyalir adanya tanda-tanda semesta lain. Diyakini ada Multiverse, bukan hanya Universe. Masya Allah.

Demikian hausnya curiosity (ingin tahu) manusia, Ilmuwan masih mempertanyakan dari mana titik nol padat bertekanan tinggi itu?  Mereka juga mempertanyakan mengapa setelah Big Bang, proses pengembangannya sangat teratur dan terjaga keseimbangannya sehingga tidak terjadi benturan satu sama lain?   Tak sanggup  menjawabnya, akhirnya mereka berkesimpulan bahwa ada Something The Great (Sesuatu Yang Agung) yang menciptanya, dan memeliharanya dengan suatu Grand Design (Desain Sempurna).  Begitulah kalau ilmu tidak disertai iman. Sementara Ilmuwan Muslim segera mengaitkannya dengan ayat Qauliyah. Sesuatu Yang Agung adalah Allah swt.      Dalam Al-Qur’an Allah swt  telah mengabarkannya:

QS  Al-A’raaf:54

إن ربكم الله الذي خلق السماوات والأرض في ستة أيام ثم استوى على العرش يغشي الليل النهار يطلبه حثيثا والشمس والقمر والنجوم مسخرات بأمره ألا له الخلق والأمر تبارك الله رب العالمين

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.

Desain Sempurna yang dipertanyakan itu adalah Lauhil Mahfuz. Dalam Al-Qur’an, Allah swt mengabarkannya,

QS Al-Hajj:70

ألم تعلم أن الله يعلم ما في السماء والأرض إن ذلك في كتاب إن ذلك على الله يسير

Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lohmahfuz) Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.

Jadi semua hal-ihwal semesta ini sudah didesain secara sempurna dalam Lauhil Mahfuz, tinggal jalan saja proses terjadinya, kapan terjadinya dan kapan berakhirnya. Big Bang pada awalnya, dan suara Sangkakala pada akhirnya. Sementara itu, kepada manusia, Allah memerintahkan, Bacalah, sambil menunjukkan isyarat-isyaratnya dalam Al-Qur’an.

Ayat Qauliyah (Al-Qur’an) telah menyatakan penciptaan alam itu dengan isyarat-isyarat sbb.

Tentang alam pada awalnya adalah satu,  QS Al Anbiya:30, menyatakan

أولم ير الذين كفروا أن السماوات والأرض كانتا رتقا ففتقناهما وجعلنا من الماء كل شيء حي أفلا يؤمنون

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

Tentang alam semakin meluas, QS Adz-dzariyaat:47 menyatakan

والسماء بنيناها بأيد وإنا لموسعون

Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.

Tentang alam semesta bermula dari asap, QS Al Fushshiilat, : 11 menyatakan

ثم استوى إلى السماء وهي دخان فقال لها وللأرض ائتيا طوعا أو كرها قالتا أتينا طائعين

Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.

Tentang benda langit beredar pada jalannya sendiri-sendiri, QS Al_Anbiyaa:33 menyatakan

 

وهو الذي خلق الليل والنهار والشمس والقمر كل في فلك يسبحون

 

Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.

QS Ibrahim:33

وسخر لكم الشمس والقمر دآئبين وسخر لكم الليل والنهار

Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.

 

Tentang peredarannya sangat teratur QS Ar-Rahman:5 menyatakan

 

الشمس والقمر بحسبان

 

Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.

 

Tentang kedudukannya sangat seimbang, QS Ar-Rahman:7 menyatakan

 

والسماء رفعها ووضع الميزان

 

Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (Seimbang)

 

QS Al Mulk:3

 

الذي خلق سبع سماوات طباقا ما ترى في خلق الرحمن من تفاوت فارجع البصر هل ترى من فطور.

 

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?

 

Satu hal lagi yang menarik adalah pengaturan jarak Planet-Planet ke Matahari.

dalam satuan SA (Satuan Astronomi):

 

Akhir-akhir ini dikenali ada planet lain antara Mars dan Yupiter yang diberi nama Ceres.      Jarak Ceres ke Matahari adalah 2.8 SA.  Jika daftar jarak ini diurutkan lagi, menjadi

(0,39), (0,72), (1,00), (1,52), (2,8), (5,20), (9,,55),(19,19),(30,11).

Oleh Matematikawan iseng-iseng dikutak-katik menjadi, (0,4),  (0,7),  (1,0),  (1,6), (2,8),  (5,2),   (10),  (19,6),   (38,8). Yang terakhir ini ngarang.

Lalu menjadi: 4,7,10, 16, 28, 52,100, 196, 388. (hasil perkalian dengan 10)

Lalu menjadi: 0,3,6,12,24,48,96,192, 384.   (hasil pengurangan dengan 4)

Woow, ini barisan  geometri dengan rasio 2.                           (El Widra,2008)

 

Ma Syaa Allah. Sungguh indah dan mengagumkan sistem penciptaan Allah swt. Bermula dari satu, kemudian berkembang dan berkembang lagi.  Ini menginspirasi matematikawan untuk menciptakan  desain yang disebut  Fraktal. Dari sebuah segitiga  samasisi, masing masing  sisinya dibagi tiga. Pada bagian sisi yang tengah dibentuk segitiga samasisi lagi.  Demikian seterusnya, sampai sekecil-kecilnya. Mereka harmonis, proporsional, seimbang.

 

Masing-masing beredar menurut orbitnya. Orbit itu terjadi karena ada tarikan-tarikan dari induknya dan benda langit terdekatnya. Ini menginspirasi matematikawan untuk membuat desain  Elips.  Elips memiliki 2 titik fokus  sebagai pusat tarikan.  Mereka  harmonis dan proporsional seimbang.

 

 

Dalam satu gugusan, berkembang  gugusan baru. Gugusan dalam gugusan. Bumi dalam sistem Tata Surya, Tata Surya dalam sistem Bima Sakti. Bima Sakti (Milky way) dalam sistem Nebula. Ini menginspirasi matematikawan untuk membentuk konsep himpunan bagian yakni himpunan dalam himpunan terus menerus sampai himpunan terbesarnya disebut  Universum (Semesta).      Jika suatu himpunan kehabisan anggotanya, maka disebut himpunan kosong. Itulah Black Hole.       Dalam himpunan terjadilah relasi antar anggota,  one to many  dan one to one.

Matahari            Planet                         Bumi                Bulan

a
b
a
b

 

 

 

 

 

Kedudukan Matahari, Bumi dan Bulan yang masing-masing berputar dan beredar, menghasilkan pasangan peristiwa.  Pasangan (Matahari, Bumi) menghasilkan pasangan (terbit, terbenam) ≡ (siang, malam).  Pasangan (Bumi, Bulan) menghasilkan pasangan (hilal, purnama)  ≡ (pasang surut, pasang naik) dan ada pula pasangan (gerhana bulan,  gerhana matahari).

 

Saatnya kita turun ke Bumi. Ada pasangan (Kutub Utara, Kutub Selatan). Bumi tidak bulat sempurna, tetapi  lonjong telur tegak, miring ke kiri matahari, dengan lingkaran terbesarnya adalah Khatulistiwa. Akibatnya titik pusat permukaan bumi tidak sama jaraknya ke Kutub Utara dan ke Kutub Selatan. Tetapi, Allah swt memilih proporsional katimbang sama. Penelitian menunjukkan adanya proporsional itu. Ternyata pusat bumi adalah Mekkah al Mukarramah. Ilmuwan telah mengukur jarak Mekkah ke kutub Utara dan Jarak Mekkah ke Kutub Selatan. Perbandingannya adalah1,618….  Diukur lagi jarak antar kedua kutub dibandingkan dengan jarak Mekkah ke Kutub Selatan ternyata juga 1,618…   Kedua perbandingan ini senilai. Proporsional. Indah menakjubkan.

.

 

 

Ma Syaa Allah, Sungguh mereka berpasangan dan berbalas keseimbangan. Subhanallah.

 

  1. MAKHLUK TAK HIDUP

Kita mendarat di Bumi. Kita jumpai makhluk tak hidup: tanah, air, udara, batu dan  logam. Masing-masing kita kupas sampai sekecil-kecilnya, dan akhirnya kita temukan atom.   Kita teropong atom itu. Ma Syaa Allah.  Struktur atom sama persis dengan struktur semesta tadi.  Ada partikel inti, dikelilingi partikel-partikel yang lebih kecil sambil berputar dan beredar, dan ada ruang (plasma) antar partikel-partikel itu. Partikel kecil pada lapisan dalam bersifat positip (Proton). Partikel kecil pada lapisan luar bersifat negatif (Elektron). Proton berpasangan dengan Elektron saling tarik menarik. Elektron sama banyak  dengan proton sehingga atom itu netral. Allah swt juga menambah partikel tambahan yang tidak positif dan tidak negatif (Neutron) sehingga jumlah keseluruhannya menjadi massa (berat murni).   Atom-atom itu juga bergabung membentuk satu gumpalan yang lebih besar (Molekul). Molekul-molekul itu juga bergabung (kohesi) dengan sesamanya membentuk zat. Tapi mengapa wujud zat jadi berbeda-beda?.  Ada tanah, air dan zat cair,  udara dan gas, batu dan  logam.  Ternyata pembedanya adalah unsur pembentuk atom tadi. Masing-masing unsur  inipun dibedakan massanya sehingga masing-masing zat jadi berbeda beratnya.  Ilmuwan telah menemukan unsur-unsur itu beserta karakternya. Misalnya unsur gas Nitrogen dilambangkan dengan 7N14 yang maknanya Nitrogen memiliki 7 pasangan (proton,elektron) dan massanya 14 satuan. Berarti ada tambahan netron sebanyak 7 lagi.  Karakter unsur-unsur itu sangat teratur sehingga dapat dikelompokkan.  Pengelompokan ini disebut sistem periodik sebagai berikut.

Unsur membentuk atom, atom membentuk molekul. Ternyata molekul suatu zat dengan molekul zat lain dapat behubungan intim. Jika hubungannya sekedar melekat  saja, disebut adhesi.  Jika hubungannya sampai melepaskan elektron dari yang satu masuk ke  yang lain, disebut reaksi. Reaksi ini akibat dari lompatan-lompatan elektron pada setiap atom dalam molekul yang berhubungan  intim itu. Reaksi ini menghasilkan molekul baru, dengan mempertahankan ekuivalensi (sama banyak) dan kesetaraan (sama berat), plus mengeluarkan energi panas (kalor). Jika ada asam (H), bertemu dengan basa (OH), maka bereaksi menjadi garam dan air  (H2O).  Woow, Garam dan air itu berguna bagi manusia. Ma Syaa Allah. Mereka berpasangan dan saling berbalas keseimbangan, dan Alhamdulillah. Mereka dicipta untuk kita.

Atom itu ternyata dapat dipecah. Sesama atom jika dibenturkan  dengan kecepatan sangat tinggi, akan terpecah menjadi kuantum(s)/kuanta(p), dan kuanta ini begitu halusnya sehingga lompatannya berubah wujud menjadi gelombang cahaya. Kuantum pembentuk cahaya disebut Photon.  Cahaya memuat energi menelan kegelapan dan memfungsikan indera penglihatan manusia.  Cahaya juga terbentuk, jika elektron merambat secara estafet/beruntun melalui media kawat tembaga, lalu dimampirkan ke satu media kawat wolfram atau media gas neon, dan dihubungkan terus sampai menemui pasangannya, akan menghasilkan cahaya listrik pada kawat wolfram atau gas neon tadi. Listrik ini memuat energi.  Energi listrik ini menyengat, panas membakar, dan mampu menggetarkan objek lain. Gelombang lainnya adalah gelombang suara akibat getaran. Suara/ Bunyi memuat energi untuk  memfungsikan indera pendengaran manusia.  Kekacauan elektron tadi menyebabkan atom-atom tidak netral, sehingga ada atom-atom bermuatan negatif (kelebihan elektron), dan atom-atom bermuatan positif (kekurangan elektron).  Jika atom-atom yang berlawanan itu dipisahkan, masing-masing menempati  ujung-ujung yang berbeda dari suatu logam, akan muncul gelombang magnet berupa medan magnit. Medan magnit bekerja menarik logam.  Ajibnya lagi mereka (energi-energi) itu bisa saling mengadakan atau meniadakan satu sama lain. Listrik bisa menjadikan magnit, magnit bisa menjadikan bunyi. Bunyi bisa menandakan panas. Mereka bersama-sama menghasilkan bel listrik. Ma Syaa Allah, Makhluk tak hidup semuanya disediakan untuk manusia. Subhanallah, tidak sia-sia, Alhamdulillah, Ternyata untuk kita.

Mari kita terjun ke sungai dan memperhatikan air.  Kita tengok ke atas, ada awan (gas). Mengapa ada padat, cair dan gas.  Rupanya kekuatan kohesi unsur-unsur itu berbeda. Ajibnya lagi kekuatan kohesi itu dapat diubah dengan energi. Es padat, kena panas menjadi air, air kena panas menjadi uap air, uap air kedinginan jadi air, air kedinginan lagi jadi es.  Sirkulasi ini adalah rahmat Allah. Air laut kepanasan menguap menjadi awan, awan bergerak semakin tinggi kedinginan, jadi air, air kedinginan lagi jadi memberat dan jatuh ke bumi, itulah hujan sebagai rahmat Allah.

Perhatikan air sungai itu mengalir, mengapa? Karena ia diberi tabiat selalu ingin meratakan/mendatarkan dirinya. Sampai kapanpun kalau belum datar, ia akan mengalir. Kalau sudah datar, ia tenang. Kalau sudah tenang kita bisa merebahkan diri kita di ketenangan air. Ketika badan kita di air, eeeh, kenapa agak tertarik ke bawah, eh,  bisa terangkat  lagi.  Badan kita kadang terapung, kadang melayang,  kadang tenggelam. Ada apa ini?  Beruntunglah Archimides yang diberi ilham ini. Archimides menangkap bahwa badan kita mendapat gaya ke atas seberat air yang terdesak.  Ilham Archimides ini berkembang menjadi teknologi kapal Laut. Kita bisa bepergian melalui laut. Masya Allah. Tabiat air itu memang untuk kita. Alhamdulillah.

Tengok ke atas, buah apel itu berjatuhan ke bawah. Mengapa ke bawah? Beruntunglah Newton yang diberi ilham ini. Newton menangkap bahwa semua benda yang berada di alam semesta akan menarik benda lain dengan gaya yang sebanding dengan massa benda benda tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak diantara benda-benda tersebut.

Berikut ini kutipan dari http://seputarpendidikan003.blogspot.com/2015/01/hukum-gravitasi-newton-dan-kuat-medan.html yang menjabarkan sebagai berikut.

Berdasarkan hukum gravitasi Newton maka setiap tempat dibumi akan mendapat pengaruh dari gaya gravitasi bumi yang menyebabkan setiap benda akan tertarik menuju pusat bumi. Dengan asumsi bumi itu bulat maka dapat disimpulkan arah medan gravitasi bumi aka membentuk garis lurus dan selalu menuju ke pusat bumi, kuat medan gravitasi bumi di setiap titik dipermukaan bumi besarnya sama. Namun, pada kenyataannya bumi tidak bulat tetapi pepat pada kedua kutub dan menggembung pada khatulistiwa sehingga kuat medan gravitasi bumi di khatulistiwa berbeda dengan kuat medan gravitasi bumi dikutub. Kuat medan gravitasi bumi di khatulistiwa lebih kecil daripada kuat medan gravitasi bumi di kutub. Seperti yang sudah kita ketahui bumi mengandung banyak mineral dan bahan tambang. Kuat medan gravitasi bumi disekitar tempat yang mengandung bahan tambang lebih besar dibandingkan dengan kuat medan gravitasi bumi di daerah yang tidak mengandung bahan tambang. Pegunungan juga mempengaruhi kuat medan gravitasi bumi. Benda yang berada dekat di kaki gunung akan tertarik ke arah pusat gunung dan pusat bumi. Kedua tarikan tersebut akan menghasilkan kuat medan gravitasi yang berbeda arah. Akibatnya kuat medan gravitasi bumi tidak tepat mengarah pada pusat bumi tetapi sedikit berbelok menuju pusat gunung. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengetahuan tentang besar medan gravitasi ini menghasilkan teknologi pesawat udara. Kita bisa bepergian melalui udara. Sifat gravitasi ini memang diperuntukkan untuk kita. Ma Syaa Allah, mereka  saling berbalas keseimbangan. Subhanallah, tidak sia-sia. Alhamdulillah. Untuk kita.

Masih banyak lagi yang lain, antara lain api yang bersifat  sembunyi. Jika diperlukan, api bisa dipetik dari zat persembunyiannya (material) dengan cara oksidasi.  Sifat api juga menyerah pada air, sehingga kemarahannya dapat dipadamkan dengan air.  Bayangkan kalau api tidak sembunyi, dan tidak kalah dengan air. Di mana-mana  ada api, dan bila bertemu air, air menjadi panas. Subhanallah.

 

  1. MAKHLUK HIDUP

 

Berbicara makhluk tak hidup, alurnya dari semesta ke atom, lalu ke zat, lalu ke benda. Berbicara makhluk hidup sebaliknya. Kita mulai dari sel. Makhluk hidup terwujud jauh setelah terjadinya makhluk tak hidup. Allah swt mempersiapkan terlebih dahulu prasarana untuk hidup. Sumber hidup adalah air, seperti yang diberitakan Al-Qur’an. QS Al Anbiya:30

 

وجعلنا من الماء كل شيء حي أفلا يؤمنون

Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

Makhluk tak hidup dibentuk dengan bahan dasar atom. Sedangkan Makhluk hidup dibentuk dengan bahan dasar sel yang juga sangat kecil dan mempunyai inti.  Kelebihan sel daripada atom, adalah sel diberi Titipan Ilahi pada intinya, berupa DNA, rangkaian unsur kimia yang dapat menghasilkan protein, dan protein menyebabkan pertumbuhan. Karena itu sel dapat membelah diri menjadi dua dan seterusnya membelah terus menerus menjadi 2n pada setiap n kejadian. Fungsi DNA  itu memuat gen (salinan informasi dari Lauhil Mahfuz ciptaan Al Latief) yang memerintahkan pertumbuhan itu seperti apa dan fungsinya seperti apa. Dengan gen itu, maka sebagian sel menjadi akar berfungsi mengokohkan tempat hidupnya dan meyerap makanan, sebagian menjadi batang befungsi untuk menegakkan tubuhnya dan menjadi saluran makanan ke bagian-bagian lainnya, sebagian menjadi daun berfungsi melakukan fotosintesis, menyerap sinar matahari dan oxigen, sebagian menjadi bunga yang berfungsi melakukan pengembangbiakan, dan sebagian lagi menjadi buah yang berfungsi melanjutkan keturunan dan melayani kebutuhan manusia. Masya Allah, Mereka diciptakan untuk kita. Dengan gen yang sangat bervariasi, maka bentuk makhluk hidup juga bervariasi. Ilmuwan telah mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 5 kingdom:  Monera, Protozoa, Mycota, Plantae, dan Animalia.

 

Yang menarik dari penciptaan makhluk hidup ini, mereka  juga memenuhi kaidah berpasangan dan saling menjaga keseimbangan.  Berpasangan misalnya, ada putik dan serbuk sari, ada jantan dan betina. Keseimbangan,  misalnya mereka menjaga ekologi dan ekosistem dengan adanya rantai makanan.  Sebagai contoh saja

 

 

 

Bentuk mereka juga memenuhi kaidah keseimbangan sesuai dengan kebutuhannya. Ada yang lehernya panjang. Ada yang hidungnya panjang. Ada yang perutnya panjang. Ternyata konstruksi memanjang ini terdiri dari rangkaian tulang-tulang bundar (cincin) yang lepas-lepas dibalut otot-otot. Ini menginspirasi teknologi pembuatan jembatan belalai ke pintu pesawat.         Ada yang mempunyai kantung air di punuknya, ada juga yang memiliki kantung anak. Manusia membuat Ransel yang melekat di punggungnya.  Ada yang bersirip untuk berenang. Ada yang bersayap, untuk terbang. Ini inspirasi untuk baling-baling kapal  laut maupun kapal udara.  Ada yang kemana-mana, selalu membawa rumahnya. Ada yang mengubah penampakannya untuk mengecoh. Ini inspirasi bagi manusia untuk benteng pertahanan dan kamuflase pakaian. Kita saksikan drama ini: Ia mempunyai 2 kaki, tetapi tidak bisa jalan apalagi lari, padahal ia sedang dikejar-kejar oleh yang sama sekali tidak punya kaki. Sementara itu yang lain ketakutan dan mengubah penampakan dirinya, dan ada yang diam-diam menontonnya dengan menongolkan kepalanya melalui pintu rumahnya.

 

Lebih mengagumkan lagi, ada keindahan dalam susunan tubuhnya, Ternyata tubuhnya tersusun oleh proporsional 1,618…  tadi. Allah itu indah, dan menyukai keindahan. Perhatikanlah!

 

 

 

 

Ma Syaa Allah, mereka indah. Subhanallah, tidak sia-sia, Alhamdulillah, untuk kita.

Ada pelayanan tumbuhan kepada manusia dalam bentuk aktivitas mereka. Pada siang hari, mereka melepaskan Oksigen dan menghisap Carbon Dioksida. Sehingga jika kita di siang hari kelelahan dan kekurangan Oksigen, pohon itu menawarkan diri untuk berteduh di bawahnya dan kita merasa segar karena banyak Oksigen yang disuplai oleh pohon itu.  Sebaliknya pada malam hari, mereka mengeluarkan CO2, dan menghisap O2. Karena itu jangan tidur di dekat tanaman.

 

Tumbuhan dan Hewan banyak memproduksi makanan untuk manusia. Makanan 4 sehat 5 sempurna berasal dari mereka:  Nasi, jagung, gula, sayuran, buah-buahan, obat-obatan, telur, susu, daging, madu, kulit, gading, kendaraan, semuanya untuk kita. Alhamdulillah.

 

 

  1. MANUSIA

Menurut keilmuan, saya dan anda yang sedang baca ini adalah anggota dari Domain Eukarya, Kingdom Animalia, Filum Chordata, Subphylum Vertebrata, Kelas Mamalia, Ordo Primata, Family Hominidae, Genus Homo, Spesies Homo sapiens.  Kita termasuk Kingdom Animalia (Hewan), satu philum dengan ikan, satu subphilum dengan burung, satu kelas dengan sapi, satu ordo dengan monyet. Bahkan kita adalah hasil evolusi dari monyet.  Terserahlah, begitulah kalau ilmu tanpa iman.

 

Padahal Iman kita menyatakan bahwa kita adalah khalifah fil Ardh termasuk seisinya. Semuanya diamanahkan kepada kita  untuk kita pimpin atas perintah Allah swt.

QS Al Baqarah:30-31

وإذ قال ربك للملائكة إني جاعل في الأرض خليفة قالوا أتجعل فيها من يفسد فيها ويسفك الدماء ونحن نسبح بحمدك ونقدس لك قال إني أعلم ما لا تعلمون

وعلم آدم الأسماء كلها ثم عرضهم على الملائكة فقال أنبئوني بأسماء هؤلاء إن كنتم صادقين

Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!”

Pada ayat 34, dilanjutkan

وإذ قلنا للملائكة اسجدوا لآدم فسجدوا إلا إبليس أبى واستكبر وكان من الكافرين

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

Betapa Allah memuliakan manusia.  Betul,  manusia termasuk makhluk hidup, tercipta dari sel yang memuat DNA. Tetapi pastilah sel dan DNA manusia sangat spesial.     QS Al Hajj:5

يا أيها الناس إن كنتم في ريب من البعث فإنا خلقناكم من تراب ثم من نطفة ثم من علقة ثم من مضغة مخلقة وغير مخلقة لنبين لكم ونقر في الأرحام ما نشاء إلى أجل مسمى ثم نخرجكم طفلا ثم لتبلغوا أشدكم ومنكم من يتوفى ومنكم من يرد إلى أرذل العمر لكيلا يعلم من بعد علم شيئا وترى الأرض هامدة فإذا أنزلنا عليها الماء اهتزت وربت وأنبتت من كل زوج بهيج

Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.

 

Betapa Allah memuliakan manusia, diceritakan seluruh rangkaian kehidupannya, dan pada akhir ayat, ada isyarat lihatlah bumi yang subur, itu untuk kita.

 

QS Al Mukminun:14

ثم خلقنا النطفة علقة فخلقنا العلقة مضغة فخلقنا المضغة عظاما فكسونا العظام لحما ثم أنشأناه خلقا آخر فتبارك الله أحسن الخالقين

Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

 

Mari kita dalami diri kita, mulai dari Gen dalam DNA dalam Inti sel. Gen kita kompleks, optimal multiguna, sedangkan Gen pada makhluk hidup lainnya sederhana dan tertentu kegunaannya. Murakami (2006) dalam buku The Divine Massage of The DNA, Tuhan dalam Gen Kita. menjabarkan unsur DNA, berupa Helix (rangkaian tangga spiral fosfat dan Gula) yang memuat unsur Kimia yang namanya A(denin), T(imin), G(uanin), C(itosin).  Secara berpasangan ((A,T) dan (G,C), mereka membentuk kombinasi  dalam helix itu. Nantinya ini hanya menjadi sarana proses mengaktifkan  satu inti lagi dari DNA yaitu  Gen (salinan informasi dari Lauhil Mahfuz dari Al-Latief) yang bagaikan buku-buku di perpustakaan, ada yang terbuka dan selalu terbaca (ON), sering ON, sesekali ON, jarang ON, dan bermilyaran lagi yang masih OFF, dan sewaktu-waktu bisa ON.  Gen inilah yang dicopy dan dibawa ke otak yang memerintahkan sel membentuk sesuatu, sehingga segala sesutu sesuai dengan rencana  di Lauhil Mahfuz. Ma Syaa Allah, salinan rancangan Tuhan ada dalam sel sekecil itu.

 

Perhatikan pula video Keajaiaban Penciptaan Manusia,  Harun Yahya, bagaimana sel-sel itu atas informasi gen berkembang menjadi zygote, embrio, dst, membentuk dan menggugurkan dirinya bila sudah tak terpakai, misalnya ketika membentuk celah-celah antar jari-jari tangan. Subhanallah.

 

 

 

 

 

Dengan informasi gen ini, jadilah manusia dengan karakteistik.

  1. Makhluk yang dikaruniai otak yang memiliki kemampuan sangat hebat dibanding otak hewan manapun, walaupun otak hewan ada yang lebih besar (ikan Paus).
  2. Memiliki postur tubuh yang tegak lurus berdiri di bumi. Cukup dua kaki yang menyanggah tubuh, sehingga tangan dapat berfungsi yang lain.
  3. Bulunya halus, nyaris polos telanjang.
  4. Satu-satunya makhluk yang berpakaian, hasil kreativitas otaknya.
  5. Bentuk jari-jarinya indah harmonis dan sangat fleksibel bisa difungsikan untuk apa saja.
  6. Bisa berbicara, dengan bahasa bukan sekedar suara.
  7. Mampu mengontrol api. Api dimunculkan, digunakan, dan dihalau kembali .
  8. Memiliki rasa malu, karena itu ia berpakaian.
  9. Masa kanak-kanak yang panjang.
  10. Umur hidupnya tidak terpengaruh oleh akibat melahirkan (Rusdi, 2013)

Menurut Howstuffworks (2009) yang dikutip oleh Rusdi (2013), ada fakta tersembunyi lainnya, yang kurang diperhatikan manusia, antara  lain:

  1. Manusia melepaskan sekitar 600.000 partikal (sel) kulit setiap jamnya.
  2. Kerangka tulang manusia mampu menopang tubuh berdiri tegak, berjalan dengan lurus, dan melakukan gerakan-gerakan lain, tanpa terjatuh.
  3. Manusia memiliki lapisan kulit perut yang selalu baru.
  4. Manusia bersin  tanpa terduga dan kapan saja. Bersin sangat berguna bagi kesehatan. karena itu kita dianjurkan membaca alhamdulillah, temannya membalas yarhamkumullah, yang bersin balas lagi yahdikumullah.
  5. Terdapat pembuluh darah yang sangat banyak dan rumit menjadi satu kesatuan yang utuh mencapai semua bagian tubuh.
  6. Memproduksi air liur yang banyak sesuai kebutuhan, sehingga mulut merasa nyaman.
  7. Bulu di badan sangat halus, kecuali di kepala, ketiak, dada, tangan, kaki, dan …. kemaluan.

 

Rusdi juga membahas fakta menakjubkan dari anggota tubuh kita. antara lain:

  1. Tangan dapat melakukan gerakan refleks kalau terjadi sesuatu yang mengancam. Tangan dapat bekerja otomatis kalau sudah dibiasakan, misalnya memasang kancing baju, main piano, mengetik di keyboard komputer.  Tangan dapat membentuk karya seni, atau pertukangan.
  2. Rambut merupakan organ tubuh yang tidak mudah hancur. Ini berguna untuk otopsi mayat karena di rambut ada DNA.
  3. Kuku dapat menjadi petunjuk kondisi kesehatan manusia melalui warnanya dan garis-garisnya.

 

Akhirnya Rusdi juga membahas, hal-hal yang mengistimewakan manusia.

  1. Allah memerintahkan malaikat untuk memberikan penghormatan kepada Adam.
  2. Allah mengangkat manusia menjadi khalifah di bumi. Untuk itu manusia diajarkan ilmu.
  3. Manusia diberi pendengaran. Ayat-ayat qur’an dapat dipelajari dengan pendengaran. Melalui pendengaran manusia juga bisa bebicara dengan bahasa, bukan hanya isyarat.
  4. Manusia diberi penglihatan, Dengan penglihatan, manusia melihat ciptaan Allah yang indah mengagumkan.
  5. Manusia dikaruniai hati. Hati memiliki kemampuan menangkap bisikan-bisikan malaikat tentang kebaikan.
  6. Tubuh manusia sangat proporsional, sesuai dengan bilangan 1,618… yang telah dibahas, (dipakai pada pengukuran jarak kota Mekkah ke Kutub Utara dan Kutub Selatan, dan spiral dedaunan, bunga dan rumah siput pada makhluk hidup). Perhatikanlah proporsional tubuh manusia dengan 1,618…

 

 

Manusia tidak hanya mengamati keindahan ciptaan dirinya. Ia juga terinspirasi untuk menirunya.

 

 

Beruntunglah Leonardo Pisano (Fibonacci) yang dapat menemukan bagaimana bilangan 1,618… dikonstruksi.

 

 

Fibonacci terinspirasi dengan khayalannya tentang sepasang kelinci (jantan,betina) yang setelah 2 tahun pertama beranak dan terus setiap tahunnya beranak, dan sekali beranak sepasang; Maka ia dapati banyaknya pasangan kelinci pada setiap tahunnya membentuk barisan:    1,1,2,3,5,8,13,21,34,55, ….

Dengan diagram sebagai berikut:

Perhatikan perbandingan suatu suku dengan suku sebelumnya, yakni:

1/1, 2/1, 3/2, 5/3, 8/5, 13/8, 21/13, 34/21, 55/34, … jika diteruskan nilainya mendekati 1,6180…

Lalu ia menggambar persegi dengan luas 1,1,2,3,5,8, …..

Ternyata perbandingan panjang dan lebar setiap persegi panjang yang terjadi adalah 1,618…

Matematikawan  menamakan bilangan 1,6180… adalah nilai ratio emas (golden ratio), yaitu nilai perbandingan dua besaran panjang yang harmonis membangkitkan keindahan.

Matematikawan melukiskan ratio emas ini dalam bentuk persegi panjang emas (golden rectangle) dengan menggunakan teori Pythagoras sebagai berikut:

 

Cara membuat golden rectangle adalah sebagai berikut: Mula-mula buat persegi berukuran     2 x 2.  Dari titik tengah alasnya tarik garis ke pojok atas. Garis ini panjangnya adalah √5 (Pythagoras). Putar garis ini searah putaran jarum jam berimpit dengan alas. Maka panjang alas sekarang menjadi 1+√5.  Teruskan membuat persegi panjang dengan alas itu dan lebar tetap 2. Perbandingan panjang : lebar = (1+√5) : 2 yang nilainya mendekati 1,6180… Bilangan ini bukan bilangan rasional yang dapat dinyatakan dengan a/b, karena di belakang 0 masih berkelanjutan bilangan-bilangan lainnya tak habis-habisnya. Bilangan ini disebut bilangan irrasional dan diberi nama phi (Φ).

Matematikawan juga melihat dari konstruksi itu tersirat adanya spiral. Kiranya inilah yang terjadi pada rumah siput dan bunga matahari ciptaan Tuhan.

 

Karena indahnya, bangsa Yunani menggunakannya sebagai penampang depan dari bangunan temple  yang terkenal  yaitu Parthenon dan Leonardo Da Vinci melukis Monalisa.

 

 

Terima kasih Tuhan, Alhamdulillah, Engkau meninggikan martabat manusia daripada makhluk lainnya, Engkau ajarkan ilmu, Engkau anugerahkan pendengaran, penglihatan, otak dan hati, sehingga manusia berilmu dan beriman. Engkau bimbing terus untuk berkarya, yang akhirnya kembali mengagumi ciptaan-Mu yang indah. Masya Allah.Harmonis, Subhanallah, tidak sis-sia.

 

 

  1. NILAI-NILAI PUN BERPASANGAN

Kepada Manusia bukan saja diajarkan yang sifatnya material, tetapi juga nilai-nilai, sesuatu yang abstrak yang akan menjadi konsumsi jiwanya. Nilai-nilai itu juga dibuatnya berpasangan. Sebagaimana materi, bahwa dalam atom ada proton (positif), ada elektron (negatif), ditambah dengan neutron (tidak positif, tidak negatif),  demikian juga dengan nilai. Ada nilai positif, ada nilai negatif, ada netral, tidak positif, tidak negatif  (Matematika menyebutnya elemen netral atau  0).

 

Jiwa kita akan merasakan pasangan-pasangan itu, antara lain:

Kategori spiritual: (manusia,setan), (iman,kafir),  (halal, haram), (pahala, dosa), (surga, neraka).  Kategori sosial:  (baik, buruk), (amanah,khianat), (kawan,musuh), (kebajikan, kejahatan).        Kategori pribadi:  (senang, sedih), (mudah, sukar,), (pintar,bodoh),  (berani, takut) ,  (rajin, malas).                      Kategori seni: (indah, jelek),    Kategori ilmu: (benar, salah).

 

  1. KEADILAN

 

Materi didesain dengan kaidah ekuivalen, kesetaraan atau proporsial untuk menjaga keseimbangan, harmoni dan indah.  Allah menggunakan sifat-Nya, Yang Maha Indah.  Terhadap Nilai-nilai tidak diterapkan semua itu, bahwa positif harus sama atau ekuivalen atau proposional terhadap negatif. Allah menggunakan sifat-Nya yang lain  yaitu Yang Maha Adil.

 

Kaidahnya seperti ini. Positif didefinisikan sebagai segala sesuatu yang diridhai Allah. Negatif didefinisikan sebagai segala sesuatu yang tidak diridhai Allah. Positif diganjar dengan Nikmat. Negatif diganjar dengan Azab. Kebajikan diganjar dengan pahala, Kejahatan diganjar dengan dosa. Pahala diganjar dengan Surga, Dosa diganjar dengan Neraka.  Allah juga menyediakan pilihan ketiga, tidak positif, tidak negatif.  Ada Halal. Ada Haram.  Ada Mubah.  Silakan manusia memilih.

 

Inilah keadilan Ilahi. Keadilan Ilahi tidak diukur secara kuantitas seperti keadilan insani,  tetapi diukur segi kualitas dan keikhlasan,  plus  rahmat Allah. Rahmat Allah mendahului murka-Nya. Jadi manusia tak akan pernah dapat menghitung positif-negatif dirinya, surgakah atau nerakakah. Karena itu, manusia hanya wajib berusaha berbuat positif, bermutu dan ikhlas, hasilnya iringi dengan doa mohon rahmat Allah, itupun kemudian kita masih harus tawakkal pada ketetapan Allah. Tawakkaltu ‘alallah,  Ma Syaa Allah, Subahana Allah, Alhamdulillah, La ilaha illa Allah, Allahu Akbar.

 

  1. PENUTUP: ASTAGHFIRULLAH

 

Dengan Iqro’ kita memahami ciptaan Allah. Melalui ciptaan Allah kita ma’rifatullah. Kita menikmatinya dan bersyukur kepada-Nya. Tetapi apakah syukur kita dari mulut sampai ke hati dan sampai pula pada perbuatan kita. Pada bagian ini kita harus mengucapkan Astaghfirullah.

 

Terhadap semesta, mereka menaungi kita agar hidup nyaman di bumi. Tetapi kita merusaknya dengan melubangi lapisan ozon dengan pencemaran udara.

Terhadap makhluk tak hidup, mereka mencukupkan kebutuhan sarana kehidupan kita, tetapi kita merusaknya dengan teknologi eksplorasi tambang dan hutan secara  berlebihan.

Terhadap makhluk hidup, mereka mensuplai makanan kita, tetapi kita merusaknya dengan teknologi  percepatan, pengubahan kodrat alami mereka melalui zat kimia.

Terhadap manusia, mereka seharusnya ukhuwwah, saudara-saudara kita,  tetapi kita berebutan, bertengkar, berkelahi, perang, penindasan, perbudakan, dan pemerkosaan.

Terhadap karya manusia, seharusnya kita membanggakannya, memeliharanya, tetapi kita memporakporandakannya, mengacaukannya, memusnahkannya.

 

Bagaimana ini Ya Allah, Astaghfirullah, ampuni kami yang tak pandai bersyukur, Kami lupa akan amanah-Mu. Kami menyia-nyiakan potensi keistimewaan yang Engkau karuniai hanya kepada kami. Kami melawan kehendak-Mu. Kini kami sadar Ya Allah. kami tobat, ampuni kami. Ya Rabbi,                        La Haula Wa La Quwwata Illa Billahil Aliyyil Azhim.  Amin, Ya Rabbal Alamin.

 

 

***************masyaa Allah subhanallah alhamdulilllah*********************

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Sumber Utama:

  1. Al-Quran dan terjemahannya,
  2. Video Harun Yahya:
  3. Keajaiban Penciptaan Alam Semeta.
  4. Keajaiban Penciptaan Manusia.
  5. Keajaiban Benih.
  6. Teknologi di Alam: Fungsi organ tubuh Hewan.
  7. Buku:
  8. Akhmaloka, (2011), Peranan Wahyu dalam Mengawal Ilmu Pengetahuan, Bandung: ITB
  9. Murakami, Kazuo (2006), The Divine Message of The DNA, Tuhan dalam Gen Kita, Jakarta: Mizan.
  10. Rusdi, (2013), 7 Keajaiban Tubuh yang Membuat Anda Melebihi Malaikat, Jogjakarta: DIVA Press.
  11. Widra, El (2008), Tes IQ Anda Melalui Matematika, Jakarta: Titik Terang
  12. Artikel di Website

Google searching under the heading of:

  1. Nebula, Ceres
  2. Gravitation
  3. Fire
  4. Kingdom of Biota
  5. Element of Chemistry
  6. Fibonacci, Golden Ratio
  7. Ka’ba

Sumber  pendukung:

  1. Al Jahiz, Abu Utsman (2002), Desain Ilahi, Jakarta: Serambi
  2. Al Quz, Anas Abdul Hamid (2001), Ibnu Qayyim Berbicara Tentang Manusia dan Semesta, Jakarta: Pustaka Azzam
  3. Hawking, Stephen (2010) The Grand Design, Jakarta: Kompas Gramedia
  4. ———————- (2013) A Brief History of Time, Jakarta: Kompas Gramedia
  5. Khalil ibn Ibrahim Amin (2005), Keajaiban Penciptaan Makhluk, Sebuah Telaah Ibnul Qayyim, Jakarta:Qathi Press
  6. Matthews, Robert (2008), 25 Gagasan Besar Sains yang mengubah Dunia, Jakarta: Serambi
  7. Naik, Zakir (2005), Jelajah Alam, Solo: Pustaka Arafah
  8. ————-(2009), Keajaiban Al Qur’an dalam Sains Modern, Yogyakarta: Media Ilmu
  9. Sulaiman, Ahmad Mahmud (2001), Tuhan & Sains, Jakarta: Serambi
  10. Syamsuddin Muhammad ibn Abi Bakr (…) Anatomi Tubuh Dalam Al-Qur’an, Jakarta: IntiMedia
  11. Utsman, Nabih Abdurrahaman (2005), Mukjizat Penciptaan Manusia, Tinjauan Al Qur’an dan Medis, Jakarta: AkbarM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *